HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Prabowo Subianto pidato menolak kekalahan, Joko Widodo pidato kemenangan

Ilustrasi pixabay.com

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi –  Calon presiden Prabowo Subianto menolak penetapan hasil penghitungan rekapitulasi perolehan suara Pemilu 2019 yang diumumkan Komisi Pemilihan Umum pada Selasa (21/5/2019) dini hari. “Kami pihak pasangan Calon Presiden-Calon Wakil Presiden 02 menolak semua hasil rekapitulasi suara Pemilihan Presiden 2019 yang diumumkan KPU,” kata Prabowo dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa.

Pada Selasa dini hari, Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI mengumumkan penetapan hasil penghitungan rekapitulasi perolehan suara Pemilihan Presiden (Pilpres0) 2019. Pasangan calon presiden dan wakil presiden RI, Joko Widodo – Ma’ruf Amien dinyatakan memperoleh 85.607.362 suara, atau 55,5 persen dari jumlah suara sah. Sementara, pasangan Prabowo Subianto – Sandiaga S Uno meraih 68.650.239 suara, setara dengan 44,5 persen suara sah. Jumlah suara sah Pilpres 2019 yang mencapai 154.257.601 suara.

Dalam pidatonya saat didampingi calon wakil presiden Sandiaga S Uno pada Selasa, Prabowo mengatakan pihaknya telah menyampaikan berbagai indikasi kecurangan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 pada 14 Mei 2019 lalu. Prabowo menegaskan pihaknya tidak akan menerima hasil penghitungan suara yang didasarkan kepada kecurangan.

Prabowo mengklaim bahwa ia telah memberi kesempatan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk memperbaiki semua proses rekapitulasi, sehingga hasil yang ditetapkan KPU akan mencerminkan Pemilu 2019 yang jujur dan adil.  “Namun tidak ada upaya KPU untuk memperbaiki proses tersebut,” ujar Prabowo.

Loading...
;

Ia menegaskan pihaknya akan terus melakukan upaya hukum untuk membela kedaulatan rakyat yang hak konstitusinya dirampas. Upaya hukum akan ditempuh untuk membtikan bahwa rakyat menjunjung tinggi kehidupan hukum dan demokrasi. “Cukup jelas sikap kami pada 14 Mei lalu. Iitu menjadi pegangan untuk tahu sikap ke depan bahwa ada upaya hukum dan konstitusional lain,” kata Prabowo.

Prabowo menyerukan kepada komponen masyarakat, relawan dan para pendukungnya untuk tetap menjaga keamanan dan ketertiban umum. Menurut dia, aksi menyampaikan pendapat itu harus dilaksanakan dengan damai, berakhlak dan konstitusional.

Secara terpisah, calon presiden Joko Widodo bersama calon wakil presiden Ma’ruf Amien menyampaikan pidato kemenangannya di Jakarta, Selasa. Dalam pidato kemenangan itu, Jokowi menyatakan lancarnya proses Pemilihan Umum 2019 menjadi bukti kedewasaan masyarakat Indonesia dalam berdemokrasi.

“Kita bangsa Indonesia patut berbangga, patut berbahagia, dan patut bersyukur bahwa kita telah terbukti menjadi bangsa yang dewasa. Dewasa dalam berdemokrasi, dewasa dalam melaksanakan pemilu, dewasa dalam berbangsa dan bernegara,” kata Jokowi.

Dirinya bersyukur masyarakat Indonesia terus menjaga perdamaian dan toleran menjaga perbedaan dalam politik serta menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. “Pemilu demi pemilu telah kita lalu dengan penuh kedewasaan. Pemilu yang sekarang ini saya meyakini Insya Allah akan bisa kita lalui dengan damai sesuai dengan amanat konstitusi yang kita miliki,” ujar Jokowi.

Mantan Walikota Solo dua periode itu menilai selesainya rekapitulasi nasional Pemilu serentak oleh KPU menjadi cerminan hakikat rakyat Indonesia yang berdaulat. “Kepercayaan dan amanah rakyat tersebut akan kami wujudkan dalam program-program pembangunan yang adil dan merata untuk seluruh golongan dan seluruh lapisan masyarakat di seluruh pelosok Tanah Air Indonesia,” ujar Jokowi.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top