Presiden Kazakhstan mengundurkan diri

Presiden Kazakhstan mengundurkan diri

Ilustrasi pensiun, pixabay.com

Memerintah Kazakhstan sejak kemerdekaan negeri itu pada 1991.

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Moskow, Jubi  – Presiden Kazakhstan, Nursultan Nazarbayev, mengumumkan pengunduran diri. Presiden yang berusia 70 tahun tersebut, telah memerintah Kazakhstan sejak kemerdekaan negeri itu pada 1991.

“Saya telah memutuskan untuk mundur dari jabatan presiden,” kata Selasa (19/3/2019).

Baca juga : 7 juta warga Venezuela ingin Maduro mundur

Dalam pengumuman yang ia sampaikan, Nursultan mengucapkan terima kasih kepada rakyat karena telah memberi kesempatan kepadanya untuk menjadi presiden pertama Kazakhstan Merdeka. Ia mengenang kesulitan yang dialami negeri itu setelah ambruknya bekas Uni Sovyet.

“Itu adalah cobaan. Kita melaluinya, dan secara aktif mulai membangun Kazakhstan menuju pembangunan,”  kata Nazarbayev, sebagaimana dikutip Kantor Berita Turki, Anadolu.

Nazarbayev yakin generasi muda akan mempertahankan negerinya dan memperkuatnya. “Dan mereka akan memanfaatkan semua upaya serta pengetahuan mereka bagi kemakmuran negeri ini,” katanya.

Nazarbayev yang kini berusia 78 tahun, merupakan pemimpin pertama Asia Tengah pada era pasca-Sovyet dan secara sukarela meletakkan jabatan. Pada penghujung Februari, Nazarbayev membubarkan pemerintah di negeri itu, dengan alasan kurangnya pertumbuhan ekonomi dan menjanjikan pembaruan baru untuk menyediakan kehidupan yang berkualitas buat semua orang.

Pengunduran diri presiden Nazarbayev menjadikan Kassym-Zhomart Tokayev pemimpin Senat Kazakhstan akan melaksanakan tugas presiden.

“Kelanjutan kekuasaan di Kazakhsan diatur oleh undang-undang dasar. Dalam kasus terputusnya masa jabatan presiden di tengah jalan, wewenangnya dialihkan kepada Ketua Senat. Lalu, akan dilakukan pemilihan presiden baru,” kata Nazarbayev.

Ia mengingatkan bahwa Tokayev, yang lulus dari Moscow Institute of International Relations, memiliki gelar doktor dan fasih berbahasa Inggris serta China. Tokayev sebelumnya pernah menjadi menteri luar negeri, wakil perdana menteri dan perdana menteri, dan wakil sekretaris jenderal PBB. (*)

editor : Edi Faisol

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Populer

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)