HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Program kentongan RRI untuk edukasi masyarakat soal mitigasi bencana

Peringatan hari bhakti radio yang ditandai dengan penyalaan obor Tri Prasetya RRI di studio V RRI Wamena-Jubi/Islami

Papua No. 1 News Portal | Jubi
Wamena, Jubi – Pada peringatan hari bhakti radio ke 74 tahun 2019, Radio Republik Indonesia (RRI) meluncurkan program Kentongan yang bertujuan memberi adukasi atau pengetahuan masyarakat mengenai mitigasi bencana.

Kepala LPP RRI Wamena, Azhari Bahariawan Thalib mengatakan, program ini menjadi perhatian RRI karena Indonesia berada di lingkaran api (ring fire) dimana 90 persen wilayah di Indonesia termasuk rawan bencana.

Di Papua khususnya di pegunungan tengah sendiri, kata Azhari, sesuai data BMKG ada beberapa kali dilaporkan sumber-sumber gempa bumi ada di Pegunungan Tengah.

“Program kentongan ini sebenarnya lebih untuk mengedukasi masyarakat bagaimana mewaspadai ketika bencana itu datang, karena kita tidak tahu kapan bencana itu datang dan seperti apa datangnya, sehingga melalui program ini kita mulai berikan pemahaman, materi-materi terkait bagaimana antisipasi dan mendeteksi bencana kepada masyarakat,” katanya usai puncak peringatan hari bhakti radio ke 74 di RRI Wamena, Rabu (11/9/2019).

Untuk menjalankan program itu, katanya, RRI akan bekerjasama dengan seluruh stakeholder terkait bagaimana penanganan bencana mulai dari BMKG, BPBD, Basarnas, TNI-Polri bahkan LSM-LSM lingkungan juga akan dilibatkan.

Loading...
;

“Nanti kita lihat seperti apa potensi bencana yang ada di pegunungan ini, apakah tanah longsor, gempa sehingga kita mulai mendeteksi kira-kira apa yang berpotensi bencana kita akan fokus ke situ,” ujar dia.

Setelah adanya koordinasi dengan seluruh komponen yang ada, katanya, maka program kentongan ini akan dilaunching oleh RRI Wamena tentunya dengan rencana kerja dari masing-masing pemangku kepentingan .

“RRI sebagai lembaga penyiaran publik lebih kepada pemberian informasi dan informasi tidak hanya dalam format dialog interaktif, tetapi juga mungkin spot-spot di setiap siaran, imbauan-imbauan bahkan membuat dialog di kampung, sekaligus bekerjasama dengan BPBD apakah setelah dialog itu ada suatu simulasi tentang kesiapsiagaan bencana akan dilihat lagi setelah berkoordinasi untuk pembahasan program ini seperti apa,” ucapnya.

Kepala Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun meterologi Wamena, Subahari mengaku siap memberikan segala informasi yang dibutuhkan dalam menjalankan program tersebut.

“Kita akan bersama-sama mengedukasi dengan memberikan informasi tentang potensi kebencanaan, hidrometrologinya kepada masyarakat, dimana di bulan-bulan tertentu nantinya akan ada suatu edukasi kepada masyarakat bahwa kita di pegunungan tengah Papua ini juga tak luput dari berbagai potensi kebencanaan seperti tanah longsor, gempa bumi sehingga perlu kewaspadaan bagi semua,” katanya. (*)

Editor: Syam Terrajana

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top