Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Program Satap di Kaimana perlu dievaluasi

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Kaimana, Jubi – Program belajar Satu Atap (Satap) Dinas Pendidikan Kabupaten Kaimana, Papua Barat tahun 2015 dan 2016 untuk proses belajar sembilan tahun dinilai tidak efektif sehingga harus dievaluasi.

Dalam program ini diduga saling klaim tempat belajar oleh tenaga pendidik dan masih ditemukan dua pimpinan dalam satu sekolah.

“Seharusnya ini tidak terjadi. Boleh dua koordinator, tetapi harus yang mengendalikan ini adalah satu. Jadi, ini tidak efektif dan perlu dievaluasi kembali,” kata Ketua DPRD Kaimana, Frans Amerbay kepada wartawan di ruang kerjanya, Jumat (24/3/2017).

Ia juga menilai program untuk mengurangi tingginya angka putus sekolah bagi anak-anak asli Papua di 84 kampung dan mengucurkan banyak dana ini tak realistis.

“Ada asrama yang dihuni anak-anak hanya 14 orang saja, tapi anggaran yang dikucurkan untuk pengembangan sekolah berpola asrama bisa sampai Rp 1 miliar, di Kambrauw, Kambala, Arguni, Sisir, di Yamor apakah pernah dievaluasi atau tidak? Ada manfaat atau tidak? Itu harus dievalasi, minimal 3-6 bulan. Kalau kemajuannya tidak ada terus program yang untuk apa? Jadi, artinya latihan lain main lain,” katanya.

Menurutnya anggaran kegiatan sekolah berpola asrama akan berpotensi adanya manipulasi anggaran.

Loading...
;

“Itu bisa terjadi, kalau kita hitung-hitung, misalnya di SMK Negeri 1 Kelautan dan Perikanan 14 anak ditampung, satu hari mereka makan tiga kali, berarti satu anak membutuhkan Rp 30-50 ribu. Artinya satu tahun butuh tidak sampai Rp 200 juta. Belum lagi yang di beberapa tempat lain. Jadi, peluang korupsi pasti ada,” katanya.

Seorang sumber di Dinas Pendidikan setempat yang meminta namanya tak ditulis mengatakan, DPRD malah baru angkat bicara, padahal mereka menyetujuinya sebelum anggaran disahkan. Menurutnya legislator ini justru cuci tangan atas program yang disetujuinya.

“Sekarang baru mereka bicarakan. Seharusnya sebelum hal ini dijalankan oleh dinas terkait, DPRD dan dinas terkait duduk dan membicarakannya bersama-sama, output dan outcome dan arahnya seperti apa,” katanya. (Jacob Owen)
 

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top