Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Propaganda sesat tentang Papua didiskusikan di Universitas South Pacific

Ilustrasi – IST

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Sejak isu West Papua menjadi agenda di Pasifik pada tahun 2015, propaganda Indonesia telah meningkat dan mendominasi ruang Pasifik di media sosial. Hal ini menjadi topic diskusi di Universitas South Pacific pekan ini.

Berbicara dalam kuliah umum di Universitas South Pacific, Fiji, perwakilan United Liberation for West Papua (ULMWP) untuk Pasifik, Ronny Kareni mengatakan West Papua masih tetap tertutup bagi media internasional dan media sosial terutama Facebook telah menjadi platform bagi West Papua untuk mengekspos tindakan kekerasan yang dilakukan oleh aparat keamanan Indonesia.

Kareni mengakui media sosial sebagai platform yang bermanfaat yang mendukung suara perjuangan rakyat West Papua, tetapi ia menekankan pula Indonesia telah membanjiri ruang Pasifik di media sosial dengan halaman, akun, dan grup palsu yang disponsori oleh pihak tertentu.

“Kadang-kadang menggunakan nama atau marga asli Papua Barat, baik individu atau kelompok. Ini dilakukan untuk memecah belah orang West Papua dan dukungan solidaritas untuk West Papua yang bersifat regional dan internasional,” ungkap Kareni kepada Jubi, Rabu (19/6/2019).

Loading...
;

Facebook, menurutnya telah memungkinkan orang Papua untuk membagikan tindakan pelecehan dan penyiksaan oleh pasukan keamanan Indonesia dan fenomena ini telah membawa banyak tekanan pada Indonesia.

“Tetapi selama dua tahun terakhir, semakin banyak platform di Facebook menggunakan bentuk perjuangan Papua Barat untuk mempromosikan apa yang Indonesia lihat sebagai pembangunan untuk orang Papua Barat,” lanjut Kareni.

Dia mengatakan beberapa propaganda Indonesia di platform media sosial telah memfitnah para pemimpin Pasifik yang mendukung West Papua dengan cara mempublikasikan informasi yang menyesatkan.

“Platform propaganda Indonesia di media sosial tidak hanya menyasar para pemimpin Pasifik tetapi mereka telah melangkah lebih jauh untuk memfitnah negara-negara Pasifik seperti Kepulauan Solomon dan Vanuatu,” kata Kareni.

Tirto.id dan Jubi pernah memberitakan 18 media siluman yang menggunakan platform media sosial untuk menyebarkan informasi menyesatkan tentang Papua yang diproduksi oleh mereka. Sebagian media-media ini menggunakan nama-nama orang asli Papua, yang tentu saja palsu sebagai pembuat konten menyesatkan itu.

Angka ini di luar media-media yang masih pakai blogspot atau wordpress dalam alamat domainnya.

Ke-17 media siluman lain juga membingkai “berita-berita” ini untuk menciptakan kesan yang hampir sama; tak ada pelanggaran HAM di Papua, kelompok pendukung Papua Merdeka adalah “kriminal” yang kerap melakukan kejahatan, Tentara dan Polisi telah melakukan tugasnya dengan baik, dan sebagainya.

Napas artikel-artikelnya serupa: menyerang pendukung Papua Merdeka. Media-media siluman ini tak hanya berbahasa Indonesia. Beberapa juga berbahasa Inggris dan memakai domain negara lain. Di antara daftar 18 media siluman ini ada enam media berbahasa Inggris: freewestpapua.co, freewestpapua.co.nz, westpapuaupdate.com, onwestpapua.com, westpapuaterrace.com, dan westapuaarchive.com.

Tenaga ahli Komisi I DPR RI cum kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Arya Sandhiyudha adalah orang di balik enam situs ini. Ia mengaku sengaja membuat enam situs itu untuk “memperbaiki citra Indonesia di mata Internasional” terkait Papua.

“Jadi kalau mereka [orang-orang di luar Indonesia] search West Papua, yang muncul bukan situs-situs mereka [OPM],” katanya kepada Tirto dan Jubi. (*)

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top