Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Proses belajar-mengajar di Kota Jayapura normal Senin ini

Wali Kota Jayapura memantau situasi di salah satu PAUD di Angkasapura Jayapura – Jubi/Ramah

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Diliburkan sepekan karena alasan keamanan pasca demonstrasi berujung perusakan, aktivitas sekolah di Kota Jayapura dipastikan akan normal mulai Senin, 9 September 2019.

Situasi Kota Jayapura sempat memanas pada Kamis, 29 Agustus 2019. Wali Kota Jayapura setempat mengeluarkan instruksi kepada semua satuan pendidikan di wilayahnya agar meliburkan sekolah selama sepekan.

Usai aksi demo menolak rasis yang berujung pembakaran kantor, rumah, ruko, dan kendaraan milik warga tersebut, Wali Kota Jayapura Benhur Tomi Mano melakukan pemantauan ke sekolah-sekolah, dari PAUD hingga SMP.

Dalam pantauannya setelah sekolah diaktifkan lagi pada Kamis, 5 September 2019, Wali Kota memberikan apreasiasi kepada semua satuan pendidikan atas kepatuhannya terhadap instruksi Wali Kota Jayapura karena sekolah sudah diaktifkan lagi.

Loading...
;

Meski sudah aktif kembali namun belum seluruh peserta didik hadir. Bahkan guru, staf tata usaha, dan siswa belum belajar dan hanya bergotong-royong membrsihkan sekolah.

Wali Kota Jayapura memastikan proses belajar mengajar akan kembali normal sesuai dengan jam sekolah seperti biasa di berbagai jenjang pendidikan pada Senin, 9 September 2019

“Saya yakin di sekolah (TK, PAUD, SD, dan SMP) baik negeri maupun swasta sudah mengaktifkan sekolah mereka masing-masing,” kata Tomi Mano, Jumat, 6 Sepetember 2019.

Menurut Tomi Mano, pendidikan sangat penting sehingga anak tidak boleh ketinggalan dalam mengikuti setiap proses belajar mengajar yang ada di sekolah untuk mempersiapkan anak menjadi generasi emas di Papua.

“Saya mau sampaikan kepada orang tua bahwa Kota Jayapura sudah semakin kondusif, aparat keamanan telah berjaga-jaga, jangan sampai anak-anak terlambat masuk sekolah, orang tua murid bisa mengantarkan anaknya ke sekolah untuk pendidikan anak lebih baik,” ujarnya.

Kota Jayapura, kata Mano, merupakan barometer pendididkan di Tanah Papua yang harus dipertahankan dengan terus meningkatkan kualitas mutu pendiidkan.

“Jadikan sekolah ada suka cita, damai, dan sejahtera, tidak boleh ada kekerasan, harus satu hati supaya anak-anak di Kota Jayapura cerdas dan berprestasi, saya juga mau mengimbau kepada kepala sekolah, guru, dan siswa agar menjaga kebersihan dan keindahan sekolah supaya tetap bersih, hijau, dan menciptakan lingungan sekolah yang nyaman,” katanya.

Menurut Tomi Mano, profesi guru sangat mulia karena menyampaikan ilmu yang bermanfaat kepada siswa sehingga menjadi generasi penerus bangsa.

“Saya ingin berpesan, sebagai seorang pemimpin harus menjadi teladan dan contoh bagi guru dan peserta didik di sekolah, kepala sekolah, guru, dan staf tata usaha harus bisa berkarya dan berinovasi dalam proses belajar mengajar,” ujarnya.

Ia berharap para siswa di berbagai jenjang pendidikan di Kota Jayapura kembali masuk sekolah setiap hari dan belajar menuntut ilmu kepada guru sehingga menjadi anak yang unggul dan cerdas dalam mengejar cita-cita.

Kepala SMP Negeri 1 Jayapura, Purnama Sinaga, mengatakan keputusan meliburkan siswa karena situasi Kota Jayapura yang tidak kondusif imbas dari demonstrasi yang diwarnai kerusuhan.

“Pak Wali Kota Jayapura mengimbau agar sekolah diliburkan, apalagi orangtua siswa semuanya khawatir nanti terjadi apa-apa dengan anaknya sehingga kami pulangkan lebih awal,” katanya.

Setelah situasi Kota Jayapura aman dan kondusif, dikatakan Sinaga, siswa SMPN 1 Jayapura kembali bersekolah setelah mendapat instruksi dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan agar siswa masuk sekolah.

“Belum semua siswa masuk sekolah, kami hanya bersih-bersih saja belum ada kegiatan belajar-mengajar seperti biasa,” ujarnya.

Meski sekolah diliburkan, dikatakan Sinaga, siswa di SMPN 1 Jayapura diimbau agar belajar di rumah masing-masing sehingga mata pelajaran yang sudah diajarkan tidak dilupakan.

“Saya bilang kepada orangtua siswa dan guru, kalau sekolah mulai normal kembali sampai ada imbauan dari pemerintah Kota Jayapura, saya berharap orang tua untuk selalu mendampingi anak-anaknya selama diliburkan,” katanya.

Menurut Sinaga, tugas utama siswa di sekolah adalah belajar dan menuntut ilmu supaya ke depan dapat menjadi generasi muda asli Papua yang unggul, sehat, dan cerdas untuk menatap perubahan yang lebih baik.

“Kami berharap kejadian demo yang menyebabkan hilangnya harta benda dan nyawa tidak terulang lagi karena merugikan anak-anak sekolah yang berdampak pada ketertinggalan mata pelajaran,” katanya.

Menurut Sinaga, sekolah tidak mau mengambil resiko jika siswa bersekolah dan kemudian terjadi hal-hal yang tidak diinginkan saat ada aksi demo ricuh.

“Jadi, lebih baik diliburkan, kami tidak mau ambil risiko, biarkan anak-anak kami libur dulu sambil menunggu imbauan untuk kembali masuk sekolah,” ujarnya.

Orangtua siswa kelas IV di SD Negeri Megapura Syline, Suci, mengaku terkejut ketika anaknya pulang lebih awal. Biasanya anaknya masuk sekolah pukul 10.00 WP, tapi setengah jam di sekolah sudah kembali ke rumah.

“Saya takut, was-was, jangan sampai pendemo serang anak kecil, anak saya namanya Ilham, saya memberikan apreasiasi kepada Pemerintah Kota Jayapura yang meliburkan anak-anak sekolah untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya.

Disinggung anaknya yang tidak bersekolah selama sepekan, dikatakan Suci, demi keamanan sehingga pemerintah daerah mengambil langkah dengan meliburkan anak-anak sekolah.

“Saya merasa tenang kalau anak diliburkan sampai situasi aman dan kondusif,” katanya. (*)

Editor: Syofiardi

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top