Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Protes baru kembali guncang Hong Kong

Ilustrasi protes demontrasi, pixabay.com

Kota tersebut kembali diguncang kerusuhan terkini sehubungan dengan rancangan undang-undang ekstradisi, yang sekarang telah dibekukan.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Hong Kong, Jubi– Hong Kong kembali terperosok ke dalam kekacauan saat pemrotes berpawai di luar kantor pejabat kehakiman, menghalangi jalan dan memaksa pekerja pergi, kamis (27/6/2019). Kota tersebut kembali diguncang kerusuhan terkini sehubungan dengan rancangan undang-undang ekstradisi, yang sekarang telah dibekukan.

Jutaan orang turun ke jalan-jalan dalam tiga pekan belakangan ini guna menuntut agar RUU itu, yang akan mengizinkan tersangka pelanggar hukum pidana dikirim di China Daratan untuk diadili di pengadilan yang dikuasai oleh Partai Komunis China, dihapus sama sekali.

“Saya kira gerakan ini sangat berhasil sebab sekali ini sasarannya sangat jelas,” kata seorang pemrotes, Ken Yau.

Loading...
;

Berita terkait : Ribuan warga Hongkong protes UU ekstradisi baru

Aktivis Hong Kong Joshua Wong  ditahan di Thailand

Sutradara Film Hong Kong nyaris diperkosa calon pilot

Protes pada hari Kamis itu berbeda dengan gerakan demokrasi 2014 di Hong Kong, yang melumpuhkan banyak bagian pusat keuangan di Asia itu selama 79 hari.

“Saya berusia 11 tahun ketika Gerakan Payung berlangsung. Saya hanya pergi ke lokasi yang diduduki beberapa kali bersama keluarga saya,” katanya.

Di bawah panas yang menyengat dengan suhu 32 derajat Celsius, sebagian pemrotes meneriakkan, “Cabut hukum jahat, bebaskan para pahlawan … Teresa Cheng, keluar” sabagai rujukan kepada menteri kehakiman.

Polisi membentuk pengepungan yang memblokir demonstran, dan seorang perwira memegang spanduk yang memperingatkan mereka agar menjauh. Baku-hantam kecil terjadi antara kelompok pro-demokrasi Demosisto dan petugas.

Kepala Polisi Stephen Lo, memperingatkan mengenai konsekuensi dari meletusnya kerusuhan dan mengutuk apa yang ia katakan sebagai lingkungan permusuhan sehingga tugas personelnya jadi sulit.

Pada dini hari, polisi anti-huru-hara sambil memegang pentungan dan tameng memburu puluhan pemrotes saat mereka menerobos pengepungan terhadap markas besar polisi. (*)

Editor : Edi Faisol

 

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top