Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Protes, jenazah Yulianus Pigai diletakkan di depan Mapolsek Tigi

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Deiyai, Jubi – Rakyat Tigi di Kabupaten Deiyai, Papua meletakkan jenazah Yulianus Pigai, salah satu korban penembakan, di teras Mapolsek Tigi Rabu, (2/8/2017) pagi.

Mereka meletakkan jenazah Pigai sebagai bentuk protes, dan meminta pertanggungjawaban pelaku yang diduga oknum anggota polisi dan Brimob setempat.

Keluarga korban, Elias Pakage mengatakan, jenazah tersebut tidak akan dikebumikan apabila tidak ada tanggapan serius dari kepolisian dan Brimob, serta PT. Putra Dewa Paniai yang mengundang aparat untuk membubarkan warga.

“Kami akan tinggalkan jenazah Yulianus di sini saja. Tidak mau dikuburkan, biar mereka (aparat) makan sudah. Mereka bunuh karena mereka mau makan dia,” teriak Elias Pakage di depan Mapolsek Tigi, Rabu, (2/8/2017).

Loading...
;

Dikatakan Pakage, jika tidak mau bertanggungjawab pihaknya sepakat untuk menguburkan jenazah Pigai di halaman kantor tersebut, sebagai bukti aparat bukannya melindungi masyarakat tapi membunuh dengan brutal.

“Kami sudah sepakat. Biarkan mayat ini busuk di sini saja. Atau, kalau mau kita kuburkan saja di halaman Polsek ini. Itu sudah komitmen,” jelasnya.

Asisten I Setda Deiyai, Simon Mote mengatakan, untuk menyelesaikan persoalan itu pihaknya telah mengundang keluarga korban dan aparat untuk mencari solusi agar jenazah itu dikebumikan.

“Kami mediasi dengan keluarga korban dulu. Tidak baik kan kasih biarkan jenazah ini membusuk di depan Polsek. Jadi, kita bicarakan baik-baik lalu kasih kuburkan dia,” ungkap Simon Mote.

“Jadi, kami minta kepada semua masyarakat Deiyai agar tetap tenang dan mencari solusi apakah kita kuburkan di rumah atau pekuburan umum atau di mana. Yang terpenting adalah selamatkan ruh dan jasad dari almarhum ini, biar dia tenang,” katanya.

Kepala suku besar Deiyai, Frans Mote mengatakan, diletakkannya mayat itu agar ada pemahaman terhadap kepolisian bahwa manusia adalah ciptaan Tuhan, yang tidak boleh dibunuh sembarangan.

“Kita sama-sama manusia, yang diciptakan oleh Tuhan. Kenapa ada penembakan sampai tewaskan korban lagi. Ini masalah, sehingga masyarakat taruh mayat di depan Polsek. Kita segera cari solusi. Yang jelas pelaku adalah polisi dan Brimob di bawah pimpinan Kapolsek Tigi,” tegasnya. (*)   
 

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top