Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Puji pelantikan yang berjalan aman, MRP sayangkan pidato Presiden

Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) Timotius Murib – Jubi/Roy Ratumakin.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Majelis Rakyat Papua yang diundang menghadiri pelantikan Joko Widodo dan Ma’ruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI memberikan pujian atas aman dan mulusnya pelatikan itu. Akan tetapi, Ketua Majelis Rakyat Papua, Timotius Murib menyayangkan pidato pertama Presiden Joko Widodo yang tidak membahas perlindungan hak asasi manusia serta upaya membangun damai di Papua.

Murib menyatakan MRP mengapresiasi amannya prosesi pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI pada Minggu (20/10/2019) lalu. “Apresiasi kepada rakyat Indonesia yang bisa membantu pihak keamanan menjaga pelantikan berjalan dengan baik,” ungkap Murib di Jayapura pada Selasa (22/10/2019).

Sayangnya, menurut Murib, jaminan keamanan dalam pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI itu tidak memberi sinyal jaminan dan pemenuhan hak asasi manusia (HAM) pada periode kedua Presiden Joko Widodo. Pasalnya, Joko Widodo justru tidak menyebut komitmennya menjamin pemenuhan hak asasi manusia.

Murib juga menyayangkan, pidato pertama Jokowi itu tidak menunjukkan komitmen untuk menyelesaikan persoalan Papua. “Rakyat Papua adalah pendukung Jokowi. Dukungan itu harus bertimbal balik. Jokowi seharusnya menjawab dukungan rakyat Papua itu dengan menjawab harapan rakyat Papua. Akan tetapi, Jokowi tidak menyebut duka orang asli Papua,” sesal Murib.

Loading...
;

Murib menegaskan, saat ini orang Papua tengah menangis dan bergumul dengan semakin maraknya kekerasan dan pelanggaran hak asasi manusia di Papua. Akan tetapi, fokus Presiden Jokowi justru kepada rencana pengembangan sumber daya manusia, kemiskinan, dan pembangunan infrastruktur.

“Presiden tidak [mengutamakan] masalah hak asasi manusia, dan lebih menonjolkan pengembangan sumber daya manusia serta pembangunan. Lalu  duka Papua ini duka siapa?” ungkap Murib kepada jurnalis Jubi.

MRP mendesak Presiden Jokowi segera membuat langkah nyata untuk menjaminan pemenuhan hak asasi manusia di Papua. Langkah itu harus mencakup jaminan bahwa hak asasi orang asli Papua tidak akan terabaikan dalam berbagai proses pembangunan yang direncanakan Jokowi. Jaminan itu penting karena berbagai proyek pembangunan di masa lalu berkontribusi dalam banyak pelanggaran hak asasi manusia di Papua.

“[Jika berkunjung] ke Papua, kunjungan pertama pada periode kedua Presiden Jokowi harus memberikan kepastian kepada orang asli Papua, [bahwa proses] pembangunan [tetap] menjamin hak asasi manusia, terutama dalam hal rasa aman. [Pemerintah jangan] mengutamakan pembangunan fisik dan mengabaikan manusia. Itu harus menjadi perhatian Presiden dan Wakil Presiden,”ungkapnya.

Engelbert Surabut, Sekretaris Dewan Adat Papua Wilayah Lapago mengatakan pidato Presiden Jokowi menunjukkan  Jokowi tidak akan menaruh perhatian pada masalah hak asasi manusia dan isu Papua.

“[Dulu] ia [bicara] akan selesai kan masalah HAM [di Papua. Itu] saja tidak pernah serius, [dan] malah terjadi banyak pelanggaran HAM. Apa lagi [sekarang], [ketika Jokowi] tidak bicara [masalah] Papua,” ungkapnya.

Surabut menyatakan sudah saatnya orang Papua menentukan sikap dan berupaya melindungi diri maupun haknya sendiri. Hal itu harus dilakukan, agar hak asasi orang Papua tidak diambil alih begitu saja.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top