HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Pulau ini terancam rusak digerogoti penambang pasir

Ilustrasi Pulau Hunter. – Lowy Institute/Wikimedia Commons

Aktivitas penambangan itu sempat menuai protes aktivitas pertambangan pasir tersebut, namun justru ada sejumlah pihak yang mengintimidasi.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Tanjungpinang, Jubi– Sejumlah perusahaan penambang pasir selama bertahun-tahun menggerogoti Pulau Patah, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau. Aktivitas penambangan itu sempat menuai protes aktivitas pertambangan pasir tersebut, namun justru ada sejumlah pihak yang mengintimidasi.

“Sudah 4 hingg 5 tahun lima perusahaan menambang di Pulau Patah, tidak tersentuh hukum,” kata  seorang warga setempat, yang sengaja dirahasiakan identitasnya, Rabu, (17/7/2019).

Menurut warga tersebut masyarakat pulau digertak oleh orang-orang yang “menjual” nama perwira tinggi kepolisian, bahkan Kapolri. Warga pun ketakutan, dan membiarkan aktivitas pertambangan pasir yang lokasinya dekat dengan pemukiman warga.

Loading...
;

Baca juga : Papua pulau sagu, bukan sawit

Warga Minta Walhi Advokasi Kerusakan Lingkungan Mimika

Konas PKB PGI Soroti Kerusakan Lingkungan

 

Sedangkan dia sendiri baru berani berbicara setelah Gubernur Kepri nonaktif, Nurdin Basirun ditangkap KPK terkait kasus suap ijin reklamasi di Tanjung Piayu, Batam. Dari kasus ini, ia berharap tidak ada seorang pun yang kebal hukum, meskipun orang berpengaruh dan kaya raya.

“Saya berharap kampung kami diperbaiki oleh orang-orang yang begitu rakusnya menyedot pasir tanpa melihat dampaknya,” ujar warga tersebut menambahkan.

Kekhawatiran warga Pulau Patah, cukup beralasan karena Pulau Sebaik, yang berada di depan Pulau Patah sempat menjadi isu nasional karena hampir tenggelam akibat pertambangan pasir.

“Di Pulau Patah kalau dibiarkan juga akan seperti itu. Apa boleh perusahaan itu merusak kampung kami? Kami mau mengadu kepada siapa?” katanya.

Tercatat Pulau Patah dihuni sekitar seribu orang. Warga sudah ratusan tahun, turun-temurun tinggal di pulau itu. Beberapa warga yang memiliki uang memilih meninggalkan kampung karena sudah tidak nyaman dengan aktivitas pertambangan pasir tersebut.

Sedangkan pemerintah Provinsi Kepulauan Riau sudah mengaveling sejumlah kawasan di Karimun dan Batam untuk perusahaan penambang pasir.

Berdasarkan data, kawasan untuk pertambangan pasir yang sudah dikaveling, antara lain, di Selat Mi, Kecamatan Moro, Kabupaten Karimun.

Kawasan itu ditetapkan sebagai kawasan pertambangan ini masih dibahas Pansus Rancangan Peraturan Daerah Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (Ranperda RZWP3K).

Sejumlah sumber di internal pemerintahan mengatakan pasir dari pertambangan di Batam dan Karimun untuk kepentingan reklamasi. Lokasi reklamasi juga sudah ditetapkan meski Perda RZWP3K belum disahkan. (*)

Editor : Edi Faisol

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top