Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Puluhan caleg OAP datangi Kantor Bupati Jayapura

Demo damai di Kantor Bupati Jayapura, Selasa (21/5/2019) – Jubi/Engel Wally

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Sentani, Jubi – Merasa tidak puas dengan hasil Pemilu 17 April lalu, puluhan calon anggota legislatif (caleg) Kabupaten Jayapura dibawah Forum Masyarakat Adat Kabupaten Jayapura, Selasa (21/5/2019), mendatangi Kantor Bupati Jayapura dan menggelar demo damai yang dijaga ketat oleh pihak keamanan.

Puluhan caleg tersebut membawa dua spanduk besar yang bertuliskan “Kembalikan Hak Politik Kami Anak Asli Kabupaten Jayapura”, “Hapus Penjajahan Politik Berkedok Demokrasi di Kabupaten Jayapura”, serta beberapa pamflet yang salah satunya bertuliskan “Kami minta KPU tidak melakukan pleno pentapan terhadap hasil pemilu di Kabupaten Jayapura”.

Salah satu orator dalam demo tersebut, Jack Judson Puraro, secara emosional mengatakan semua hak mereka sebagai anak-anak asli Papua sudah banyak yang diberikan. Pegawai negeri, TNI, Polri, hutan, air, tanah, bahkan perekonomian di daerah ini sudah dikuasi oleh orang non-Papua. Tetapi hak politik tidak boleh diambil begitu saja.

“Ada 25 kursi DPRD Kabupaten Jayapura, 17 adalah non-OAP dan 8 adalah OAP. Ini kejahatan politik yang luar biasa,” ungkap Jack, dengan pengeras suara di mulutnya.

Loading...
;

Jack sapaan akrabnya, juga mengatakan masyarakat non-OAP harus memahami betul soal Otonomi Khusus yang diberikan negara kepada masyarakat Papua.

“Kami tidak minta kemerdekaan, kami tetap dalam bingkai negara ini. Tetapi dimanakah hati nuranimu wahai saudaraku yang dari luar Papua,” ujar Jack.

Dikatakan, tuntutan yang sama juga sudah disampaikan kepada Majelis Rakyat Papua (MRP) yang saat ini sedang menggelar sidang istimewa terkait tidak lolosnya caleg OAP di sejumlah daerah di Papua.

“Kalian yang non-OAP kalau duduk di DPR mau bicara apa sama masyarakat di Kabupaten Jayapura, pakai adat yang mana, Kabupaten Jayapura sudah ditetapkan kampung-kampung sebagai kampung adat, kalian mau bicara apa di sana,” katanya.

Sebagai tuntutan massa yang datang berdemo ini, Jack Puraro lalu membacakan sejumlah tuntutan yang menjadi dasar kekecewaan mereka dalam pemilu di Kabupaten Jayapura.

“Pertama, kami menyampaikan banyak terima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati Jayapura yang telah bersedia menerima kehadiran kami disini,” katanya.

“Tuntutan yang ingin kami sampaikan adalah hak-hak politik orang asli Papua harus dihargai sebagi bagian dalam sistem perpolitikan nasional, seperti yang tertuang dalam Undang-undang Otsus 2001, pasal 28 ayat 3 rekrutmen politik dilakukan oleh partai politik di Papua dengan memprioritaskan masyarakat asli Papua,”imbuhnya.

“Melihat hasil proses pemilu yang terjadi, bahwa prosesnya cacat secara aturan penyelenggaraan dan indikasinya saling merugikan masyarakat, terutama masyaraat adat, yang hak politikya dipermainkan secara semena-semena tanpa melihat prinsip-prinsip demokrasi yang jujur dan adil serta bersih,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Jayapura, Giri Wijayantoro, yang menerima aspiras para caleg, mengatakan pihaknya telah membentuk tim independen untuk memproteksi hak-hak OAP dalam pemilu lalu.

“Pemerintah Kabupaten Jayapura sejak 13 Mei telah membentuk tim, persoalan ini sesungguhnya pemerintah daerah juga tidak tinggal diam dan tidur. Kita berharap kinerja tim ke depan dapat membantu apa yang menjadi aspirasi masyarakat saat ini,” pungkasnya. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top