Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Puluhan warga Fiji jadi korban eksploitasi tenaga kerja di Australia

Mendatangkan pekerja ilegal dianggap sebagai pelanggaran perdagangan manusia. – /Radio Australia/ Pacific Beat/Stephanie Anderson

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Mildura, Jubi – Pihak berwenang di Australia sedang menyelidiki apakah puluhan tenaga kerja dari desa-desa terpencil di Fiji telah menjadi korban eksploitasi tenaga kerja, setelah diduga dibohongi untuk bekerja di sektor pertanian di daerah barat laut negara bagian Victoria, Australia.

Sementara penyelidikan polisi Australia, Australian Federal Police (AFP), dan badan perlindungan perbatasan Australia, Australian Border Force (ABF), masih berlangsung, seorang anggota parlemen (MP) Victoria setempat mengungkapkan bahwa eksploitasi tenaga adalah masalah yang serius di wilayah Sunraysia, dan bahwa kasus seperti ini tidak mengejutkan. AFP dan ABF tidak bisa menyediakan jumlah korban kepada ABC – atau jenis visa apa yang mereka gunakan untuk berkunjung ke Australia – dengan alasan keamanan dan keselamatan.

Tetapi beberapa orang yang tahu mengenai keberadaan para pekerja yang terlibat dalam kasus ini berkata kepada ABC, bahwa orang-orang Fiji itu dilaporkan membayar sekitar FJ$2.300 (AU$1.545) kepada seorang agen perjalanan di Fiji, yang mendapatkan visa berkunjung untuk mereka, bukan visa bekerja.

Dipercaya bahwa sekitar 40 orang tiba di Sydney atau Melbourne dalam kelompok-kelompok kecil pada Agustus, sebelum dibawa ke Mildura di barat laut Victoria.

Loading...
;

Setelah sampai, mereka dikatakan pindah ke akomodasi yang dikelola oleh kontraktor yang berbasis di Australia, di mana mereka mulai bekerja memetik buah di pertanian di wilayah Sunraysia.

Orang-orang yang mengenal para pekerja ini berkata kepada ABC bahwa mereka diharuskan membayar lebih dari AU$100 per minggu untuk sewa akomodasi, serta ongkos transportasi untuk pulang dan pergi dari tempat dimana mereka bekerja.

ABC telah berupaya beberapa kali untuk menghubungi kontraktor itu untuk meminta komentar resmi, tetapi mereka tidak membalas panggilan atau menjawab permintaan itu.

Inspektur Detektif AFP, Jayne Crossling, menerangkan bahwa pihak berwenang masih menyelidiki kasus ini di Australia dan Fiji. “Kami tahu ada dugaan terkait sejumlah warga negara Fiji, yang kami yakini mungkin menjadi korban penipuan dan eksploitasi tenaga kerja ilegal,” katanya.

“Kita telah menemukan beberapa orang yang mungkin menjadi korban kejahatan seperti ini. Dan kami telah mengambil langkah-langkah di sekitar mereka untuk menjaga dan memastikan mereka aman.”

Tuduhan tersebut pertama kali terungkap pada September, setelah sekelompok tenaga kerja ilegal Fiji pergi ke Sydney dan meminta bantuan dari Departemen Imigrasi Australia. Kelompok itu mengungkapkan kepada pihak berwenang bahwa mereka telah menjadi korban penipuan, pelanggaran yang dianggap sebagai pelanggaran perdagangan manusia di negara itu.

AFP tidak bersedia mengungkapkan dimana keberadaan kelompok itu di Sydney, tetapi berkata mereka aman dan bahwa investigasi tentang dugaan itu masih berlangsung. ABC telah berulang kali berupaya untuk mewawancarai kelompok pekerja ini tetapi mereka menolak.

Namun Sakiusa Lesuma, seorang Fiji-Australia yang tinggal di Mildura dan membantu para pekerja, kepada ABC, para pekerja mengakui kepadanya kalau mereka telah dibohongi, karena mereka merasa mereka telah membayar jasa agen perjalanan untuk mendapatkan visa yang benar.

“Mereka tidak diberi tahu jenis visa apa, dan ketika mereka menyadari mereka telah ditipu, itulah saat mereka datang kepada saya,” tuturnya. (Radio Australia/ Pacific Beat)

 

Editor: Kristianto Galuwo

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top