Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Puskesmas BWM Nabire dalam sebulan, tiga kali didatangi maling

Alfred Mara saat menunjukan plafon yang di rusak maling untuk masuk ke ruangan – Jubi/Titus Ruban.

Papua No. 1 News Portal | Jubi
Nabire, Jubi – Kurun sebulan terakhir, gedung Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) Bumi Wonorejo (BMW) Nabire tiga kali disambangi maling. Entah apa yang di cari, beberapa ruangan diobrak – abrik. Pelaku masuk dengan cara mendobrak Pintu bahwa melalui plafon.

Kepala PKM BWM, dr. Pingki Panca Wardani melalui salah satu stafnya Yan Alfred Mara, menuturkan sejak Agustus silam, PKM Puskesmas sudah tiga kali kemasukan maling .

Kejadian pertama tanggal 18 Agustus silam, barang yang hilang adalah sebuah laptop. Lalu, dua minggu kemudian terjadi lagi hal serupa kembali terjadi. Namun tidak ada kehilangan. Hanya lemari dan barang – barang diobrak – abrik dan terhambur.

“Ketiga adalah kemarin sore, sekitar pukul 18.00 WP. Mereka masuk melalui plafon dan mendobrak pintu belakang. Tidak ada barang lain yang hilang, hanya satu HP kantor,” tuturnya.

Kejadian kemarin sore dikisahkan Mara, ketahuan saat seorang temannya hendak ke kantor untuk mengambil berkas. Dia lalu kaget setelah mengetahui ada dua buah parang di dalam ruang.

Loading...
;

Teman tersebut lalu mengecel ke semua ruangan. Ternyata ada empat ruangan yang dibongkar. Ruang apotik, TU dan BKIA dan poli klinik.

“Teman langsung hubungi kami. Setelah datang ruang sudah kacau balau, kami lalu tutup sementara dan pagi baru dirapikan,” kisahnya.

Kejadian tersebut mengakibatkan tiga jam pelayanan terhambat. Ada pasien yang hendak berobat harus menunggu hingga petugas merapikan ruangan. “Tadi sempat layanan terganggu. Pasien harus tunggu sampai kami beres ruangan,” katanya.

Ia bilang, pihaknya juga tidak ingin melaporkan hal tersebut kepada pihak berwajib. Alasannya karena kejadian pertama telah dilaporkan namun petugas hanya datang dan mengambil keterangan. Dan hingga saat ini belum ada kelanjutannyaa.

“Kami tidak niat lapor polisi. Sebab kejadian pertama sudah lapor tapi masih begitu saja. Kami hanya lapor kelurahan dan dinas,” terangnya.

Seorang pasien, Yance Belau mengatakan, dia dan pasien lainnya harus rela menunggu petugas membereskan kantor baru kemudian bisa menerima layanan. “Kami tunggu petugas sampai selesai baru bisa periksa. Tapi tidak apa – apa, kurang ajar sekali orang (maling) itu,” ujarnya.(*)

Editor; Syam Terrajana

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top