Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Raksasa Kregrok (cerita rakyat kampung Pikpik)

Ilustrasi. Benda-benda purbalaka yang dikoleksi Museum Lokabudaya Uncen – Jubi/Timo Marten

Oleh: Edwil Paulinus Wagab

Pada zaman dahulu kala, di daerah Pegunungan PakPak hiduplah raksasa yang bernama Kregrok. Raksasa Kregrok tinggal di bawah sebuah tebing yang miring dan membuat para-para bambu untuk menyimpan hasil buruannya sebagai persedian makanan.

Jauh di muara sungai hiduplah sejumlah warga di suatu kampung yang bernama PikPik, masyarakat kampung ini sehari-hari bekerja sebagai petani dan juga menangkap ikan di muara sungai. Sesekali kaum laki-laki dari kampung ini berburu ke tengah hutan, tetapi mereka tidak berani berburu terlalu jauh dari kampung karena konon menurut cerita ada raksa jahat penghuni hutan tersebut yang tinggal di balik gunung.

Cerita bermula dari dua orang perempuan, kakak beradik yang tinggal di kampung ini bersama suami mereka masing-masing. Sang kakak sudah memiliki seorang anak sementara adiknya belum memiliki anak.

Pada suatu hari kedua suami dari kakak beradik tersebut pergi berburu ke hutan untuk mencari persediaan makanan bagi keluarga mereka. Seperti pada umumnya kehidupan masyarakat di Tanah Papua, sebelum pergi berburu kedua lelaki ini menyiapkan peralatan berburu, yaitu tombak, parang dan tomang/noken untuk mengisi hasil buruannya, tak lupa mereka membawa anjing buruan sebagai penunjuk arah dalam berburu.

Loading...
;

Saat hendak berangkat kedua perempuan itu mengingatkan suami mereka agar jangan terlalu jauh berburu ke hutan.

”Nen, mari kita pergi berburu mencari daging untuk persediaan makanan kita!”

Namun salah satu laki-laki tersebut tidak berani untuk berjalan ke hutan karena menurut cerita di balik gunung di tengah hutan ada manusia bertubuh besar bernama kregrok yang sering memakan manusia.

“Haaaaaaaaaaaaaaa. Nen, saya tidak berani pergi berburu jauh ke tengah hutan, karena di balik gunung itu ada raksasa kregrok yang biasa makan manusia.”

Setelah berdebat panjang akhirnya  keduanya sepakat tetap pergi berburu karena persediaan makanan di rumah sudah hampir habis, sementara sungai yang tak jauh dari kampung tempat tinggal mereka sedang banjir deras, sehingga mereka tidak bisa menangkap ikan.

Lalu kedua lelaki tersebut mengambil peralatan berburunya dan hendak melangkah ke luar rumah. Di halaman rumah kedua isteri mereka berdiri untuk melepas kepergian kedua lelaki itu untuk pergi berburu.

Kedua lelaki lalu berpamitan kepada isteri mereka, “Tong dua jalan dulu eeee, tong mau pi berburu.”

Timbullah rasa khawatir dalam hati kedua perempuan tersebut. Keduanya berpesan, “bapak cepat pulang eee tra usa berburu jauh-jauh, cepat pulang eeeee!”

Itulah pertemuan mereka yang terakhir dengan kedua suaminya. Anak kecil yang ada dalam gendongan ibunya terus menangis seakan-akan memberi tanda akan ada bahaya yang menimpa orang tuanya.

Saat itu masih pagi, kedua lelaki melangkah dengan gagah menyusuri jalan setapak meninggalkan kampung menuju hutan. Tak lupa anjing buruan mereka juga ikut dalam perburuan ini.

Anjing-anjing buruan tersebut terus berlarian di sekitar kedua lelaki itu, sesekali ada beberapa ekor anjing yang berlari jauh ke depan. Setelah berjalan beberapa jam anjing pemburu mulai bereaksi tanda adanya binatang buruan. Tiba-tiba beberapa anjing menggonggong dengan keras dan berlarian ke sisi bukit dari tempat kedua lelaki itu berjalan.

Kedua lelaki ikut mengejar anjing mereka yang terus mengonggong. Tak lama kemudian tampak anjing-anjing buruan itu mengepung kawanan rusa yang sementara mencari makan. Rusa-rusa ini pun langsung berlarian meloloskan diri dari kepungan anjing-anjing pemburu. Seorang lelaki dengan sigap melemparkan tombaknya ke arah salah satu rusa bertanduk cabang enam, tapi sayang tombaknya meleset. Rusa itu pun lolos.

Kedua lelaki mengejar hewan buruan mereka (rusa) ke dalam hutan. Namun mereka tidak sadar kalau langkah kaki mereka telah membangunkan si raksasa kregrok yang sedang tertidur pulas. Raksasa kregrok terbangun dari tidurnya yang pulas kemudian mulai mencium bau manusia.

“Ha ha ha ha, rupanya di sekitar sini ada manusia. Ha ha ha ha, ini santap siang ku yang lezat ha ha ha ha!!”

Begitu mendengar suara raksasa kregrot kedua lelaki itu berlarian dengan sekuat tenaga. Namun sayang kedua lelaki tersebut harus merelakan diri mereka dimakan oleh si raksasa kregrok.

Setelah memakan kedua lelaki tersebut si raksasa berpikir pasti masih banyak manusia di sekitar hutan ini yang dapat menjadi makanannya, maka si raksasa berjalan menyusuri hutan dan menemukan dua orang perempuan kakak-beradik yang sedang mencari suami mereka yang belum pulang ke rumah

“Ha ha ha ha, kalian mau kemana?” kata raksasa tersebut.

Mendengar suara si raksasa tersebut kedua perempuan itu ketakutan dan berlari sekuat tenaga. Namun raksasa kregrot dapat menangkap mereka.

“Ha ha ha ha, kalian sekarang aku tangkap. Ha ha ha ha,.sekarang kalian harus pergi mencari makanan untuk aku makan,” kata raksasa kregrok.

“Ha ha ha ha, anak kalian aku jaga sebagai jaminan agar kalian tidak melarikan diri ha ha ha ha. Jika kalian tidak kembali,.maka anak kalian aku makan ha ha ha ha!!”

Setelah kedua perempuan tersebut pergi mencari makanan si raksasa kregrok bercerita kepada anak kecil tersebut bahwa kedua bapaknya sudah menjadi santapan siangnya dan si raksasa menunjukkan tengkorak kedua lelaki itu kepada anak kecil itu.

Dalam keadaan ketakutan kedua perempuan tersebut pergi mencari makanan sambil merencanakan siasat agar dapat terlepas dari raksasa kregrok.

Setelah mendapat cukup makanan kedua perempuan tersebut pulang dan menemui raksasa kregrok. Kemudian mereka membakar beberapa keladi untuk dimakan.

Setelah keladi tersebut masak kedua perempuan tersebut mengikis keladi itu di atas lantai bambu dengan harapan bara api yang jatuh ke lantai dapat membakar lantai bambu sebagai lubang untuk tempat pelarian mereka. Setelah lantai itu terbakar kedua perempuan itu beserta anak mereka berlari dengan sekuat tenaga mereka untuk menyelamatkan diri. Namun apalah daya pelarian mereka segera diketahui oleh raksasa kregrok.

Dalam pelarian mereka yang melelahkan akhirnya mereka beristirahat namun si raksasa dapat menangkap mereka kembali.

Setelah tertangkap kedua perempuan itu menyusun siasat untuk membunuh raksasa tersebut. Kedua perempuan itu menyiapkan makanan bagi si raksasa kregrok yaitu tali perut burung poa (ayam hutan).

“Ha ha ha ha, makanan apa yang kalian siapkan untuk makananku saat ini?” tanya raksasa tersebut kepada kedua perempuan tersebut.

Dengan ketakutan kedua perempuan tersebut menjawab, “itu tali perut anak kami yang kami persembahkan kepada engkau!”

“Ha ha ha ha,” sambil memakannya si raksasa berkata, “tali perut anak kalian pasti lezat sekali ha ha ha ha. Tapi bagaimana cara mengeluarkan tali perutnya?”

Kata salah satu perempuan tersebut, “gampang saja kami dapat mengeluarkannya asalkan kamu mau menuruti perintah kami.”

“Ha ha ha ha,.tetapi caranya bagaimana?” tanya si raksasa.

“Oh gampang saja sekarang kamu berdiri di kedua tumber (gunung) biar kami dapat mengeluarkannya untukmu!”

Karena penasaran si raksasa bersedia menuruti mereka. Setela berdiri di kedua tumber tersebut sambil membuka kaki kedua perempuan tersebut membawa bambu kemudian melilit bambu tersebut dengan tali rotan berduri dan memasukkannya lewat pembuangan si raksasa. Namun si raksasa tersebut membuat syarat.

“Jika aku berteriak kesakitan janganlah kalian terus menusuknya!” Katanya.

“Iya raksasa, kami akan mematuhinya,” jawab mereka.

Kedua perempuan tersebut terus menusuk bambu tersebut ke dalam perut si raksasa hingga mengenai jantungnya dan si raksasa kregrok pun mati dan jatuh ke tanah.

Akhirnya kedua perempuan tersebut dapat menyelamatkan diri dan hidup bersama anak mereka.

Nilai positif yang bisa kita petik dari cerita ini adalah dalam hidup kita tidak boleh serakah. Tamat. (*)

Penulis adalah siswa kelas VIII A SMP YPPK Santo Donbosco Fakfak, Papua Barat, berdasarkan penuturan sumber cerita, Bapak Egelbertus TigTigweria. Cerita ini terpilih sebagai pemenang juara 1 dalam lomba cerita rakyat dalam rangka HUT 18 Jubi

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top