Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Rapsodia #24, penghormatan Ananda Sukarlan untuk Pastor Neles Tebay

Ilustrasi Pater Neles – Dok. Jubi

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi – Komponis internasional asal Indonesia, Ananda Sukarlan, pada 24 Oktober nanti akan menyajikan world premiere karya musik penghormatan bagi tokoh perdamaian dari Papua, Pastor D. neles Kebadabi Tebay. Karya berjudul “Rapsodia Nusantara #24” ini digubah dari melodi rakyat “Domidow” asal Dogiyai, Papua, tempat kelahiran Pastor Neles.

“Karya ini akan diluncurkan dalam Ubud Writers dan readers Festival 2019’” ujar Ananda Sukarlan dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (15/10/2019).

Komposisi music klasik ini, dikatakan oleh Ananda merupakan karya yang dikomisi oleh Yayasan Tifa dan diciptakan untuk menghormati Pastor Neles, seorang imam Katolik yang juga merupakan cendikiawan, aktivis perdamaian dan anggota Dewan Pengurus Yayasan Tifa dimasa akhir hidupnya. Pastor Nelse juga merupakan Ketua Sekolah Tinggi Filsafat Teologi Fajar Timur di Abepura, tempat dia sehari-hari mengajar.

“Selain itu, Pater Neles adalah orang yang ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo untuk menyelenggarakan dialog antara rakyat Papua dengan pemerintah Indonesia’” tambah Debra Yatim, anggota Dewan Pengurus Yayasan Tifa.

Loading...
;

Ananda mengatakan, ia sangat sangat tertantang menciptakan komposisi musik klasik untuk menghormati Pater Neles ini karena minimnya literatur dan referensi music asli di Papua, terutama musik dari daerah dimana Pater Neles berasal. Ia merasa beruntung bisa mendapatkan referensi dari seorang misionaris Jerman yang sempat menulis melodi-melodi yang dimiliki oleh masyarakat Dogiyai.

“Melodi itu hanya tiga nada saja. Dan saya harus menggubahnya menjadi sebuah komposisi music berdurasi tujuh menit,” kata Ananda.

Selain menyajikan komposisi musik gubahan Ananda ini, Yayasan Tifa juga akan menerbitkan kembali buku yang pernah ditulis Pater Neles pada tahun 2009 lalu berjudul “Dialog – Jakarta Papua ; Sebuah Perspektif Papua”.

“Buku ini akan diterbitkan kembali dalam bahasa Inggris. Judulnya nanti Jakarta – Papua Piece Dialogue, A Papuan Perspective,” ujar Debra Yatim.

Lanjut Debra, ide Pastor Neles tentang dialog ini harus terus dihidupkan untuk menciptakan Papua yang damai.

“Ubud witers and readers festival adalah tempat yang tepat untuk meluncurkan buku itu kembali. Selain karena itu adalah momen berkumpulnya penulis dan pembaca, Pastor Neles merupakan penulis yang sangat produktif. Hal yang sulit dijumpai di Papua,” kata Debra. (*)

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top