Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Ratusan mahasiswa Untan aksi solidaritas untuk Frantinus

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Pontianak, Jubi – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam BEM Fisip Untan Pontianak, melakukan aksi damai di Bundaran Tugu Digulis Untan Pontianak, Kamis sore (31/05/18). Aksi solidaritas yang dilakukan ini untuk Frantinus Nirigi, yang terjerat hukum akibat arogansi maskapai Penerbangan Lion Air.

Dalam pernyataan sikap Mahasiswa Fisip Untan Pontianak yang dibacakan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fisip Untan Pontianak, Adi Afrianti, meminta kepada pihak Kementerian Perhubungan untuk melakukan investigasi independen secara menyeluruh tentang peristiwa dugaan ‘joke bomb’ oleh Frantinus Nirigi, serta mewajibkan pihak tersebut mengumumkan hasil investigasi mereka di publik, secepat-cepatnya.

“Kami juga meminta secara tegas ke pihak Lion Air untuk bertanggungjawab sepenuhnya atas peristiwa kepanikan yang terjadi di atas pesawat hingga jatuh korban,” tegasnya.

"Sebab, lanjut Adi, berdasarkan sejumlah sumber yang tepercaya, insiden kepanikan yang mengakibatkan sejumlah penumpang terluka dan dirawat adalah disebabkan lemahnya pengendalian petugas di dalam pesawat saat melakukan evakuasi serta penanganannya.

Untuk itu, BEM Fisip Untan Pontianak mendesak pihak kepolisian dan pejabat berwenang, melakukan pemeriksaan mendalam, khususnya kepada para petugas di dalam pesawat, seperti pramugari dan pilot yang telah mengambil tindakan evakuasi yang berakibat kepanikan penumpang.

Loading...
;

“Karena berdasarkan keterangan hampir semua media, barang bawaan Frantinus Nirigi telah diperiksa dan dikembalikan ke dalam pesawat,” tuturnya.

Bahkan, dirinya meyakini jika Frantinus Nirigi tidak pernah melakukan teriakan “BOM” di dalam pesawat.

“Insiden kepanikan penumpang yang terjadi setelahnya adalah kekeliruan petugas di dalam pesawat saat menjalankan SOP,” ungkapnya.

Di Jayapura, keluarga Frantinus telah memberikan klarifikasi atas beredarnya berita tentang Frantinus.

"Kami tidak ingin kasus ini digeneralisir dalam kasus terorisme di Indonesia. Ini kami anggap sebuah musibah. Kami keluarga di Jayapura, Wamena, Nduga merasa terpukul atas kejadian ini, apalagi sudah viral di berbagai media dan medsos,“ ungkap Diaz Gwijangge, kakak ipar Frantinus.

Frantinus saat ini ditahan di Rutan Polda Kalimantan Barat dan terancam hukuman delapan tahun karena dia dituduh melakukan candaan bom yang berakibat penerbangan dibatalkan. Semua penumpang panik hingga berjatuhan. Insiden ini terjadi di bandara Supadio, Pontianak, Senin (28/5/2018). (*)

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top