Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Ratusan pengungsi dari Wamena telah pulang ke Tana Toraja

Para pengungsi dari Wamena yang ditampung di posko penampungan gedung Tongkonan, Kotaraja, Abepura, Kota Jayapura – Jubi/Roy Ratumakin.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Sebanyak 140 pengungsi telah dipulangkan ke Tana Toraja pada, Senin (30/9/2019) menggunakan kapal muatan penumpang. Hal ini dikatakan koordinator penanggulangan pengungsi Wamena yang juga Sekretaris Umum Ikatan Keluarga Toraja (IKT) Yulius Palulungan.

Kata Palulungan, pihaknya membuka sementara posko penampungan di Gedung Tongkonan, Abepura untuk membantu warga yang memilih mengungsi dari beberapa wilayah di Kabupaten Jayawijaya, Yalimo, dan Tolikara.

“Dari data awal ada sekitar 900 jiwa yang kami tampung di sini, namun saat ini tinggal 300an yang masih bertahan karena sisanya ada yang sudah diambil oleh sanak familinya, dan kemarin kami baru berangkatkan 140 jiwa untuk pulang ke Toraja yang difasilitasi oleh Gubernur Sulawesi Selatan,” katanya kepada wartawan, Selasa (1/10/2019) di Gedung Tongkonan.

Selain itu, pihaknya juga memiliki posko di Sentani yang nantinya mendata para pengungsi dari masyarakat Sulawesi Selatan dan juga daerah lainnya di Indonesia.

Loading...
;

“Kami selalu membuka tangan selebar-lebarnya kepada saudara-saudara kami yang lain daerah. Karena intinya, ini adalah kegiatan sosial yang harus kami kerjakan demi nama kemanusiaan. Kami akan selalu bergandengan tangan dengan pemerintah untuk membantu masyarakat kita yang terkena musibah di Wamena beberapa waktu lalu,” ujarnya.

Dari informasi yang diterima, sedikitnya 2000an jiwa memilih mengungsi ke Jayapura, yang merupakan penduduk dari tiga kabupaten yakni, Jayawijaya, Yalimo dan Tolikara.

“Untuk penanganan anak-anak di sini (Gedung Tongkonan) kami meminta bantuan kepada guru-guru Sekolah Minggu untuk memberikan trauma healing (pemulihan trauma) terhadap mereka. Orang dewasa saja ada yang masih takut kalau sudah mulai malam. Ada yang berteriak kalau ada mendengar sesuatu di belakang gedung ini. Jadi, kami berharap, pemerintah bisa memberikan trauma healing terhadap masyarakat yang mengungsi ini,” katanya.

Sementara, salah seorang pendiri posko pengungsian Syane N. Horora mengatakan, bantuan kemanusiaan ini merupakan panggilan hati, yang dilakukan oleh mereka.

“Tadi kami memberi bantuan berupa pakaian layak pakai, dan terbanyak adalah pakaian yang bisa digunakan oleh perempuan dan anak-anak,” katanya kepada Jubi.

Dikatakan, bantuan tersebut akan tetap disalurkan sembari mendata kebutuhan apa saja yang diperlukan oleh para pengungsi tersebut.

“Kami juga sudah melakukan koordinasi dengan kepala Posko di Lanud Silas Papare, Sentani dan juga koordinator posko di Gedung Tongkonan mendata apa saja yang dibutuhkan oleh para pengungsi bisa diinfokan agar kebutuhan tersebut bisa disalurkan tepat sasaran,” ujarnya. (*)

Editor: Edho Sinaga

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top