Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Ratusan staf dan mahasiswa USP di Fiji bantah klaim mantan rektor

Mantan Rektor Universitas Pasifik Selatan, Rajesh Chandra. – Asia Pacific Report /USP

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Suva, Jubi – Staf dan mahasiswa Universitas Pasifik Selatan (USP) telah menerbitkan surat untuk membantah pernyataan Mantan Rektor USP, Profesor Rajesh Chandra, bahwa ia telah ‘ dibebaskan’ dari kesalahan apa pun selama ia memegang jabatannya di universitas tersebut.

Bantahan itu telah disusun dan dikirim ke surat kabar Fiji Sun pada 20 September, sebagai tanggapan atas tulisan opini Profesor Chandra yang diterbitkan di edisi 14 September lalu. Melalui tulisan itu, Chandra menyatakan bahwa laporan BDO mengenai tuduhan mismanajemen USP terhadapnya itu tidak menemukan pelanggaran apa pun selama ia menjabat.

Staf dan mahasiswa USP mengungkapkan, meskipun mereka telah berulang kali menindaklanjuti lewat posel dan menelepon kepala editor dan penerbit Fiji Sun, bantahan itu tidak kunjung dipublikasikan.

Karena minimnya tanggapan ini, perwakilan dari 500 staf dan mahasiswa yang menulis surat itu memutuskan untuk merilisnya secara publik melalui media sosial. “Staf yang bersangkutan percaya bahwa Fiji Sun telah diberikan kesempatan yang cukup memadai untuk menerbitkan atau menolak mengumumkan bantahan itu,” menurut siaran pers tersebut.

Loading...
;

Pernyataan ratusan orang itu membantah sejumlah klaim Chandra, terutama bahwa Laporan BDO itu tidak menemukan dia bersalah atas tuduhan penipuan, korupsi atau penyalahgunaan kekuasaan sama sekali.

“Kebocoran dana USP ini adalah temuan serius yang perlu dijelaskan dan, menurut pendapat kita, diinvestigasi oleh pihak kepolisian.”

Pernyataan itu juga melawan pernyataan Chandra bahwa semua hal yang ia lakukan selama masa jabatannya sebagai rektor itu, sesuai dengan ketetapan yang mengatur tugas seorang rektor, tata cara staf USP, dan tata cara serta kebijakan lainnya.

“Faktanya adalah Profesor Chandra telah menyalahgunakan kekuasaannya, yang melanggar aturan dan konvensi yang telah ditetapkan sebelumnya di universitas. Sebuah universitas adalah tempat dimana praktik terbaik ditetapkan, bukan tempat dimana ini dilanggar.”

Tulisan itu juga menolak penjelasan Chandra bahwa komisi anti korupsi Fiji, Fiji Independent Commission Against Corruption (FICAC), tidak menemukan pelanggaran apa pun terhadap dirinya. Menurut siaran pers ini, penyelidikan FICAC hanya dihentikan untuk menghindari perulangan temuan yang sama dengan BDO, yang juga sedang melakukan penyelidikan independen pada saat yang bersamaan.

Temuan BDO, yang dijabarkan dalam laporannya, telah menguatkan klaim dari banyak staf USP sebelumnya. (Asia Pacific Report)

Editor: Kristianto Galuwo

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top