Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Rawan kebakaran, Nabire tak punya armada damkar

Sekitar 70 bangunan tempat tinggal dan toko terbakar di Kelurahan Oyehe, Nabire , Sabtu dini hari (30/11/2019) – Jubi/Titus Ruban.

Papua No.1 News Portal | Jubi

Nabire, Jubi –  Kota Nabire termasuk wilayah rawan kebakaran. Tercatat, terjadi 17 kali kebakaran pada tahun ini. Jika dirata-ratakan, ada 1-2 kali kebakaran setiap bulan.

Peristiwa terbaru terjadi di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Oyehe. Lebih dari 70 bangunan tempat tinggal dan rumah toko ambruk serta rata dengan tanah akibat dilahap api, Sabtu dini hari kemarin.

Ketika terjadi kebakaran, api sulit dikendalikan sehingga cepat membesar. Itu salah satunya karena armada pemadam sangat terbatas.

Selama ini, upaya pemadaman hanya mengandalkan armada dari kepolisian, TNI, dan Bandara Nabire. Adapun Pemerintah Kabupten (Pemkab) Nabire belum memiliki satu pun mobil pemadam kebakaran.

“Armada pemadam kebakaran milik Polres Nabire hanya dua mobil. Itu terkadang tidak mampu meredakan kebakaran ketika api semakin membesar,” kata Rohedi Cahyo (27 tahun), warga Kelurahan Girimulyo, Minggu (1/12/2019).

Loading...
;

Rohedi berpendapat sudah saatnya Pemkab Nabire membentuk subdinas atau bidang penanggulangan kebakaran. Mereka harus dilengkapi fasilitas layanan informasi kebakaran, dan armada pemadam.

“Pemkab berkewajiban melindungi setiap warga. Bagaimana mungkin, pengadaan armada pemadam kebakaran luput dari perhatian mereka. Pengadaannya padahal juga bisa diajukan kepada pemerintah pusat asalkan ada proposal permintaan bantuan,” jelas Rohedi, yang juga anggota terpilih DPRD Nabire.

Pandangan serupa diutarakan Johan A Tanati (36 tahun), warga Kelurahan Karang Tumaritis. Laju pertumbuhan penduduk dan perkembangan kota yang semakin pesat menuntut Pemkab Nabire menyiapkan pasukan pemadam kebakaran yang selalu bersiaga sepanjang hari.

“Armada water canon (meriam air) milik Polres Nabire itu (sebenarnya) bukan untuk memadamkan kebakaran. Kantor BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) juga jauh lokasinya (di luar kota). Jika terjadi kebakaran, petugas pasti menghabiskan waktu di jalan (lama sampai di lokasi),” kata Tanati.

Pemkab Nabire baru berencana mengadakan armada pemadam kebakaran pada tahun depan. Alasannya, kondisi keuangan selama ini belum memungkin untuk membeli armada tersebut.

Pengakuan itu diungkapkan Wakil Bupati Amirullah Hasyim. Dia justru meminta masyarakat mewaspadai ancaman kebakaran.

“Semua harus selalu waspada terhadap ancaman kebakaran. Jaga (jangan tinggalkan) kompor (menyala) di dapur, dan pergunakan kabel atau instalasi listrik standar PLN,” kata Hasyim. (*)

Editor: Aries Munandar

 

Kebakaran di Nabire 2019

  • 16 Januari – Rumah di Siriwini
  • 23 Januari – Permukiman nelayan di Kompleks Pasar Kalibobo
  • 25 Januari – Rumah kosong di samping Pustu Nabarua
  • 21 Februari – Rumah di samping Gereja Maranatha Malompo

 

  • 16 Maret – Homestay dan ruko di Girimulyo
  • 14 April – rumah di Jalan Medan
  • 23 April – Kantor Bandara Nabire

 

  • 17 Mei – SD Inpres 02 Kalisemen
  • 23 Mei – Rumah di Jalan Medan (1 tewas)
  • 24 Juni – Rumah di Karang Tumaritis
  • 16 Juli – Bengkel Mobil di Jalan Kusuma Bangsa

 

  • 18 September – Rumah dan kontrakan di Jalan Suci Siriwini
  • 15 Oktober  –  Usaha Mebel di Jalan RE Martadinata (samping Hotel Karya Papua)
  • 30 Oktober  – Kios Bensin Kalibobo

 

  • 21 November – Rumah di Jalan Silas Papare
  • 28 November – Rumah di Kelapa Dua Kalibobo
  • 30 November – Toko dan rumah di Yos Sudarso (depan Tugu Cenderawasih)

(Sumber: Liputan Jubi, 2019)

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top