Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Referendum Bougainville : Cara Melanesia tangani konflik bersenjata

Rakyat Bougainville mempersiapkan diri menghadapi referendum pada Sabtu (23/11/2019) – Jubi/Victor M

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Bougainville, Jubi – Masa tenang jelang referendum Bougainville dimulai sejak Rabu (20/11/2019) malam. Tak ada lagi kampanye ataupun orang-orang yang membicarakan peluang rakyat Bougainville menjadi sebuah negara berdaulat. Rakyat Bougainville tempak tenang di rumah masing-masing menunggu saat Tempat Pemungutan Suara (TPS) dibuka pada Sabtu (23/11/2019). Pemungutan suara ini akan menentukan nasib sekitar 200 ribu lebih rakyat Bougainville yang saat ini bersama Papua New Guinea bersama sekitar sembilan juta rakyat lainnya.

“Kami tidak akan merusak harapan kami untuk mendapatkan referendum ini. Ini harga yang harus kami bayar atas kematian lebih dari 20 ribu orang dalam perang sipil brutal dua puluh tahun lalu,” kata Barbara Samat, Kamis (21/11/2019).

Barbara, tinggal di Buka, sebuah kota utama di Provinsi Bougainville. Ia mengalami masa-masa pahit perang sipil yang terjadi pada tahun 1998-1999. Perang antara tentara Bougainville yang kemudian dikenal sebagai Tentara Revolusi Bougainville dengan pasukan keamanan Papua New Guinea (PNG) sebenarnya mula terjadi sejak tahun 1988 sejak PNG berusaha mengamankan lokasi tambang emas dan tembaga di Panguna. Konflik ini meluas sehingga perusahaan tambang yang beroperasi menutup tambang itu. Namun konflik bersenjata ini tak berhenti. Bahkan semakin luas dengan bermunculannya kelompok bersenjata lainnya di Bougainville.

Tahun 1990, PNG keluar dari Bougainville. Bougainville dikontrol sepenuhnya oleh Tentara Revolusi Bougainville pimpinan Francis Ona yang kemudian mendeklarasikan Bougainville sebagai negara berdaulat pada tahun yang sama. Namun PNG rupanya memberlakukan blokade pada Bougainville dengan bantuan Australia. Hingga pada tahun 1991-1992 PNG secara bertahap kembali ke Bougainville untuk mengontrol wilayah ini dan menjadikannya sebagai sebuah provinsi. Kekerasan dan konflik bersenjata berlanjut.

Loading...
;

Dorongan untuk perdamaian mulai gencar dilakukan pada pertengahan 1997.  Selandia Baru Australia, Fiji dan Vanuatu memainkan peranan penting dengan mengirimkan pasukan pemantau tanpa senjata.

Pemantau referendum Bougainville – Jubi/Victor M

“Namun Ona menolak terlibat dalam perundingan perdamaian. Sementara Josep Kabui, orang yang ditunjuk sebagai pemerintah sementara di Bougainville dan Sam Kauona, Komandan Tentara Revolusi Bougainville lainnya terlibat aktif,” jelas John Momis, Presiden Pemerintahan Otonom Bougainville.

Hingga lahirlah perjanjian Lincoln pada tahun 1998 yang mengharuskan PNG menarik pasukannya dari Bougainville dan mewajibkan pasukan pemantau melucuti senjata Tentara Revolusi Bougainville. Namun sayangnya, undang-undang untuk membentuk Pemerintah Rekonsiliasi Bougainville gagal memenangkan persetujuan di Parlemen PNG pada bulan Desember 1998.  Sehingga status Bougainville tetap sama dengan provinsi lainnya di PNG.

“Kesepakatan damai dicapai pada tahun 2001, yang mengarah ke peta jalan menuju pembentukan Pemerintahan Otonom Bougainville,” lanjut Momis.

Kesepakatan ini kata Momis memuat beberapa hal, termasuk penyelenggaraan referendum untuk memutuskan status politik Bougainville dalam 10-15 tahun setelah Pemerintahan Otonom Bougainville didirikan pada tahun 2005.

Tidak mudah menjaga kesepakatan damai seperti ini terus terjaga. Lebih dari setengah perjanjian perdamaian dunia hanya bertahan lima tahun.

“Setelah lima tahun, mereka kembali berkonflik lagi,” ungkap Bertie Ahern, politikus Irlandia yang menjadi salah satu ketua di Komisi Referendum Bougainville.

Ia mencontohkan kesepakatan Jumat Agung di negaranya membutuhkan 13 tahun negosiasi dari gencatan senjata hingga kesepakatan politik.

“Kesepakatan itu masih dijaga hingga hari ini, 21 tahun kemudian,” lanjut Bertie.

Di Arawa, Bougainville, anak-anak sekolah menyampaikan pesan tentang referendum untuk rakyat Bougainville – Jubi/Victor M

Namun menurutnya, konflik bersenjata di satu negara harus diselesaikan melalui kesepakatan damai yang dilandaskan pada tiga pilar, gencatan senjata, pelaksanaan otonomi dan jaminan referendum yang tidak mengikat.

Barbara melihat wajah rakyat Bougainville dipenuhi harapan baru. Terbebas dari konflik bersenjata yang telah merenggut sanak saudara mereka. 20 tahun lalu ia tidak bisa melihat wajah-wajah penuh harapan ini. Bukan saja karena rakyat Bougainville hidup dalam kekhawatiran menjadi korban perang sipil namun sebagagian rakyat di kepulauan sebelah utara Kepulauan Solomon itu harus meninggalkan kampung halaman mereka.

“Mereka harus pergi atau tinggal dengan kekhawatiran setiap hari,” kata Barbara.

Dunia, lanjut Barbara, harus mengakui ketangguhan rakyat Bougainville serta niat tulus Pemerintah Otonom Bougainville  dan Pemerintah PNG untuk mewujudkan impian masa depan yang dibangun di atas kedamaian.

“Terlepas dari apa pun hasil politik akhirnya bagi Bougainville, itu harus dilihat sebagai definisi ulang hubungan baru antara PNG dan Bougainville. Dan pelajaran bagi kita semua tentang bagaimana orang Melanesia menangani perselisihan. Itu hanya terlihat di PNG dan Bougainville,” jelas Barbara penuh keyakinan.

Ia menambahkan bahwa hampir seluruh pelaksana pemungutan suara di TPS adalah rakyat Bougainville. Mereka telah ditraining oleh Komisi Referendum Bouganinville bersama pemerintah PNG dan Baougainville untuk melaksanakan referendum dalam pengawasan dunia internasional untuk menentukan nasib mereka sendiri. Sebagian dari mereka telah berangkat untuk melaksanakan referendum di pulau-pulau terjauh atau di provinsi-provinsi PNG dimana rakyat Bougainville berada.

“PNG tidak pernah mengklaim diri mereka sebagai negara demokrasi terbesar kedua, ketiga dan seterusnya. Tapi anda lihat, mereka menunjukkan pada dunia bagaimana seharusnya demokrasi dipraktekan dengan tujuan menentukan nasib sendiri. Ini hak asasi manusia yang paling mendasar,” tutup Barbara. (*)

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top