HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Referendum Bougainville ditunda 23 November

Kerumunan orang di Bougainville. – RNZI/ Autonomous Bougainville Government

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Port Moresby, Jubi – Dengan jadwal yang baru, sekarang warga Bougainville akan melakukan referendum untuk menentukan kemerdekaan mereka dari Papua Nugini pada 23 November.

Referendum itu lagi-lagi ditunda atas permintaan Komisi Referendum Bougainville, Bougainville Referendum Commission (BRC), yang telah meminta perpanjangan waktu untuk memastikan daftar pemilih yang akan terlibat sudah diperbarui.

Surat kabar Post-Courier melaporkan bahwa Perdana Menteri PNG, James Marape, dan Pelaksana tugas Presiden Bougainville, Raymond Masono, bersama-sama mengumumkan pengubahan jadwal tersebut di Port Moresby selang akhir pekan. Kedua pemerintah menegaskan bahwa ini adalah penangguhan terakhir, setelah penundaan sebelumnya diputuskan Juni lalu.

Kedua pemimpin telah meminta warga Bougainville untuk memanfaatkan penundaan ini, dan memastikan mereka semua terdaftar untuk memilih dalam referendum. Lokasi pendaftaran ada di Bougainville, PNG, Cairns, Brisbane, Gizo, dan Honiara

Loading...
;

Sementara itu, BRC juga telah mengundang kelompok-kelompok, baik dari tingkat lokal maupun nasional, untuk mendaftar sebagai tim pengaman pelaksanaan referendum.

Salah satu pejabat BRC, Mauricio Claudio, berkata tim pengamat akan memainkan peran penting dalam memastikan proses itu sesuai demokrasi, dengan mengamati apakah pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara itu bebas dan adil, sesuai dengan standar internasional.

“Kami mendorong partisipasi tim-tim tingkat lokal, nasional, dan internasional dalam referendum ini, untuk mengamati proses pemungutan suara, dan memberikan laporan independen mereka tentang pemungutan dan penghitungan suara, sehingga proses referendum ini dapat dipandang sebagai proses yang kredibel oleh semua yang terlibat,” kata Claudio.

Jadwal baru ini berarti ada penundaan selama enam minggu.

Untuk kepentingan referendum ini, tiga kelompok didefinisikan sebagai tim pengamat lokal, tim pengamat nasional dari PNG, dan pengamat internasional, dimana tidak satu pun dari mereka yang boleh memiliki afiliasi dengan kelompok kepentingan apa pun. Tim pengamat internasional, harus berbasis di luar PNG, namun juga mencakup misi diplomatik negara asing di PNG, atau organisasi antarpemerintah yang memiliki kantor di PNG dan telah diundang oleh pemerintah nasional. (RNZI)


Editor: Kristianto Galuwo

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top

Ko ikut kompetisi Vlog, Foto dan Cerita Rakyat HUT Jubi boleh....