Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Referendum Bougainville : Mengenal bendera simbol identitas politik Bougainville

Bendera Bougainville – IST

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Bendera Bougainville ditetapkan pada tahun 1975 dari banyak usulan bagus yang diterima dalam kompetisi berskala nasional. Panel seleksi yang ditunjuk oleh Majelis Provinsi Bougainville yang mencakup Fr. John Momis M.H.A, Anggota Regional untuk Bougainville (Parlemen PNG) yang saat ini menjabat Presiden Provinsi Otonom Bougainville, Mr. Peter Sissiou, Presiden Dewan Kota Arawa dan Mr. Leo Hannett, Planner, Pemerintah Provinsi Bougainville.

Bendera ini dirancang dengan keahlian budaya dari Ketua Tertinggi Naboin, Jonathan Havini dan Kepala Nakas Moses Havini. Desain dan grafis diproduksi oleh Marilyn F. Taleo Havini.

Warna biru kobalt pada bendera, menurut John Momis melambangkan laut yang mengelilingi dan mengisolasi Kepulauan Bougainville sebagai entitas berbeda di Pasifik.

“Konsep blue water tentang identitas dan / atau batas geografis dan fisiologis yang jelas dan berbeda adalah salah satu persyaratan untuk penerapan masyarakat adat menentukan nasib sendiri dan kemandirian,” kata Momis.

Loading...
;

Di tengah adalah figure KAPKAP sebagai simbol otoritas, Kapkap adalah cakram berlipat tradisional yang dibuat oleh orang Bougainville dan dikenakan di dahi atau di dada oleh Kepala Suku dan Ratu. Kapkap berhias cangkang kerang mutiara (nacre) dengan cangkang kura-kura yang diukir dengan desain yang memancar dari totem klan.

Tepi luar KAPKAP adalah lingkaran berwarna putih mewakili pasir putih dan terumbu karang Bougainville. Terumbu karang ini menyediakan makanan dan merupakan lingkungan penting yang memberi kehidupan bagi orang Bougainville. Dan segitiga berwarna hijau pada lingkaran putih mewakili sumber daya pulau, pegunungan, dan daratan dari Bougainville.

“Sedangkan warna hitam antara lingkaran putih dan KAPKAP adalah simbol untuk rakyat Bougainville sebagai orang-orang paling hitam di Pasifik dan secara etnis berbeda,” ujar Momis

Dalam KAPKAP, simbol berwarna merah dan putih dikenal sebagai Upe. Upe menjadi simbol kedewasaan orang Bougainville untuk diakui sebagai identitas politik. Upe adalah topi upacara unik yang dikenakan oleh anak laki-laki dewasa muda saat inisiasi, biasanya segera setelah pubertas. Beberapa wilayah Bougainville Tengah (khususnya Wakunai, Rotokas, Keriaka, dan Kunua) masih menjalankan tradisi ini.

Anak-anak itu dibawa ke kamp hutan rahasia selama dua tahun di bawah bimbingan orang tua mereka. Selama periode inisiasi yang intensif dan ketat ini, para pemuda itu diajari cerita rakyat, sejarah lisan, seni perang, keterampilan bertahan hidup memancing dan berburu, serta kebiasaan sosial lainnya. Para pemuda membuat adaptasi pribadi mereka yang unik dari desain klan mereka di lapisan dalam Upe, yang tertutup dan tersembunyi setiap saat oleh lapisan luar.

Upe adalah salah satu praktik adat yang merupakan, warisan bersama bagi semua suku Buka dan Bougainville. Upacara yang sama juga dilakukan sebagai tanda datangnya usia matang bagi para gadis. Gadis-gadis muda, yang dijanjikan dalam pernikahan dengan anak laki-laki yang menjalani inisiasi, dipersiapkan untuk kehidupan orang dewasa dan pernikahan pada saat yang sama dengan anak laki-laki.

Garis-garis merah dan putih pada Upe memiliki beberapa lapisan makna yang mudah dilihat oleh semua orang Bougainville yang identitas klannya dapat dikaitkan dengan penggunaan simbol warna merah atau putih untuk mengiringi klan totem.

Garis merah bermakna kepemimpinan. Penutup pelindung luar Upe diwarnai dengan garis merah dan putih. Seseorang yang didaulat sebagai pemimpin masa depan bisa mengenakan empat garis sedangkan yang lainnya biasa memakai dua garis. Dengan demikian penggunaan garis menunjukkan kepemimpinan.

“Namun pada bendera, garis merah dan putih melambangkan kesetaraan gender. Dalam upacara dan pada ukiran figuratif, laki-laki akan mewarnai rambut mereka dengan garis merah di tengah sedangkan wanita mengenakan dua garis merah di rambut mereka, Juga, perempuan secara tradisional menggunakan garis-garis merah dan putih dalam pembuatan jubah tradisional berpola mereka Tuhu (pidgin ‘Karuka’),” jelas Momis.

Menurut Momis, simbol-simbol pada bendera Bougainville mengalami beberapa kali perubahan sebagai faktor pemersatu dalam beberapa fase perubahan politik. Dimulai sebagai bendera Republik Solomon Utara (1 September 75 hingga 76 Juli) kemudian dipertahankan menjadi bendera Pemerintah Provinsi Solomon Utara (76 Juli hingga 89 Oktober).

Setelah itu Pemerintah Sementara Bougainville (BIG; 1989 hingga Mei 1990) mengklaim bendera sebagai simbol untuk Republik Bougainville (atau Meekamui) selama Krisis Bougainville Bendera ini dikibarkan pada 17 Mei 1990 saat proklamasi BIG keduakalinya. Pemerintah PNG mengenali bendera ini sebagai bendera provinsi dan terus digunakan oleh Pemerintah Transisi Bougainville (BTG).

Lalu pemerintah Rekonsiliasi Bougainville (BRG) menggunakan bendera secara resmi untuk menyatukan Bougainville pada tahun 1999. Hingga akhirnya Pemerintah Otonom Bougainville menggunakan bendera pada peresmian Daerah Otonom Bougainville pada 15 Juni 2005.

Bendera ini awalnya diizinkan digunakan Pemerintah Provinsi Bougainville dan dimaksudkan untuk mewakili orang-orang Bougainville sebagai entitas otonom dari PNG pada 16 September 1975. Namun, paket otonomi / kenegaraan yang dijanjikan dibatalkan oleh PNG pada Juni 1975 dan karenanya Bougainville pertama kali mengibarkan Bendera Bougainville pada tanggal 1 September 1975 dalam Undang-Undang UDI (Deklarasi Kemerdekaan Unilateral) dan dikenal sebagai bendera untuk Republik Solomon Utara. (*)

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top