Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Relawan KPA menjadi penentu pencegah penularan HIV

Ilustrasi kampanye pencegahan penularan HIV di Provinsi Papua – Jubi/Mawel

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi Papua tengah mendaftar 10 ribu lebih relawan yang akan bekerja keras menyosialisasikan bahaya penularan HIV dan AIDS. Ribuan relawan itu terdiri dari ibu rumah tangga, para kepala rumah tangga, mahasiswa, tukang ojek, bahkan nelayan dan petani. Para relawan itu akan mengampanyekan bahaya HIV/AIDS di lingkungan pergaulan sehari-hari mereka.

Hal itu dinyatakan Ketua Divisi Sumber Daya Manusia Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Papua, Weki Gombo, di Jayapura, Selasa (2/4/2019). “Ibu rumah tangga, yang ke pasar ke pasar, yang ke kebun ke kebun. Bapak-bapak yang ke kebun, masuk kebun. Mahasiswa dan mahasiswi, di kampus masing-masing. Mereka bertemu satu-dua orang warga, lalu berbicara tentang Papua darurat HIV, itu tugasnya,”ungkap Gombo kepada jurnalis Jubi.

Menurut Gombo, setiap relawan KPA Papua diwajibkan untuk melaporkan semua perjumpaan mereka dengan warga. Bagi para relawan yang tidak terbiasa membuat laporan sendiri, KPA Papua akan menyediakan sejumlah staf untuk menyusun laporan para relawan. “Mereka (cukup) datang (dan) bercerita apa yang mereka kerjakan,”ungkap Gombo.

Gombo menyatakan kampanye oleh para relawan itu dilakukan untuk meluaskan kesadaran setiap orang untuk meninggalkan perilaku berisiko tertular HIV. Kampanya itu juga ingin membangun kesadaran setiap orang dengan perilaku berisiko tertular HIV untuk melakukan tes kesehatan. “Pemeriksaan HIV itu tidak bisa kita paksakan. Jika kita melihat orang dengan sadar mengantri di rumah sakit untuk memeriksakan dirinya tertular HIV atau tidak, barulah kita bisa bilang kampanye ini berhasil,” ungkap Gombo.

Loading...
;

Dokter Gunawan, anggota tim dokter KPA provinsi mengatakan kampanye bahaya itu harus mulai dari relawan. “Sebelum mengajak orang lain, relawan harus mulai dari diri sendiri,”ungkap dia kepada jurnalis Jubi di kantor KPA provinsi Papua, Selasa (1/03/2019).

Gunawan menyatakan ibu hamil menjadi salah satu fokus perhatian dalam kampanye itu. “Kalau memiliki kenalan ibu hamil, ajak untuk memeriksakan diri apakah tertular HIV atau tidak. Kita akan berupaya menjaga kondisi bayi dalam kandungan ibu yang telah terinfeksi HIV,”ungkapnya.

Gunawan mengingatkan, cara terbaik untuk mencegah tertular HIV adalah menghentikan semua perilaku berisiko, seperti berganti-ganti pasangan seks atau mengonsumsi narkoba. Tanpa menghentikan perilaku berisiko, segala macam kampanye pencegahan penularan HIV akan menjadi percuma. (*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

 

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top