Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Relawan pengungsi Nduga sebut siswa ragu sekolah di Wamena

Bheni Murib saat jumpa pers. -Jubi/David sobolim

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Semenjak aksi antirasis yang berujung rusuh pada 23 September 2019, di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, banyak siswa orang asli Papua (OAP) masih ragu pergi ke sekolah.

Menurut relawan pengungsi Nduga, Bheni Murib, beberapa siswa di Wamena ada yang berasal dari Kabupaten Lanny Jaya, Nduga, Yahukimo, dan Tolikara.

“Yang selama ini menuntut ilmu di Wamena tidak mau balik, karena informasi yang beredar di masyarakat bahwa jika siswa ke sekolah, akan ditangkap oleh pihak aparat keamanan,” katanya, di Jayapura, Jumat (8/11/2019).

Dikatakannya, beberapa siswa asal Nduga masih takut kembali ke Wamena karena informasi itu. Menurutnya kehadiran aparat dengan jumlah banyak tersebut, membuat orangtua siswa jadi takut untuk mengirim kembali anak-anak mereka bersekolah di Wamena.

Loading...
;

“Karena masih trauma dan takut anaknya ditangkap oleh aparat keamanan yang berada di Kota Wamena. Salah satu solusinya adalah aparat yang selama ini jaga-jaga di sepanjang Kota Wamena dikurangi. Dipulangkan saja demi pendidikan anak-anak Papua,” katanya.

Sebelumnya Kepala SMA 1 Wamena, Yosep Wibisono, menjelaskan ada 44 siswa dan 3 guru dari SMA itu yang meminta untuk pindah karena trauma.

“Dan tiga guru tersebut guru tidak tetap. Alasan puluhan siswa pindah karena dikhawatirkan kerusuhan pada 23 September 2019 terulang lagi,” katanya. (*)

Editor: Kristianto Galuwo

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top