Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Repatriasi tulang tentara AS perlu libatkan orang Papua 

Tangki minyak pada Perang Dunia II di Depapre, Kabupaten Jayapura, Papua – Jubi/referensi.data.kemdikbud.go.id

Papua No. 1 News Portal | Jubi

“Kerangka tentara Amerika kemungkinan berbaur dengan kerangka orang Papua dan Jepang. Oleh karenanya, harus dilakukan pemeriksaan forensik tulang-belulang. Dalam repatriasi tulang-belulang tentara Amerika juga perlu memperhatikan temuan artefak peninggalan Perang Pasifik.”

Dalam diskusi Evaluasi Hasil Penelitian Arkeologi yang diselenggarakan oleh Pusat Penelitian Arkeologi Nasional minggu lalu di Jakarta, timbul wacana dan keputusan tentang repatriasi kerangka tentara Amerika Serikat yang meninggal dan dimakamkan di Papua saat Perang Dunia II atau Perang Pasifik.

Menurut arkeolog pada Balai Arkeologi Papua, Hari Suroto, wacana itu perlu melibatkan orang Papua, baik di kabupaten-kabupaten, maupun Provinsi Papua, agar mendapatkan manfaat bagi orang Papua.

“Pemerintah Amerika Serikat sedang menjajaki kemungkinan bisa mengembalikan tentaranya yang meninggal dalam Perang Pasifik 1942-1945,” katanya kepada Jubi di Jayapura, Selasa, 13 Agustus 2019.

Loading...
;

Sebelumnya, repatriasi tulang belulang tentara Jepang dilakukan setelah melalui nota kesepahamanan (MoU), 25 Juni 2019.

Dilansir dalam laman kebudayaan.kemdikbud.go.id, sekitar 3.000 tentara Jepang yang tewas terkubur dalam goa tempat persembunyiannya.

Dalam penandatanganan MoU antara Pemerintah RI melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bersama Pemerintah Jepang, yang ditandatangi Direktur Jenderal Kebudayaan, Hilmar Farid, dengan Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Masafumi Ishi di Jakarta.

Hilmar Farid mengatakan ini kesepakatan yang sangat penting bagi Indonesia dan Jepang. Kerangka-kerangka eks tentara Jepang tersebut akan dikembalikan ke keluarga dan pemerintah Jepang. Hal itu dilakukan karena pertimbangan kemanusiaan.

Arnold Mampioper dalam bukunya “Jayapura Ketika Perang Pasifik” menyebutkan bahwa Amerika dan sekutunya melakukan serangan bom atas Jepang pada 30 dan 32 Maret 1944, serta tanggal 3, 5,12, dan 16 April 1944. Serangan diutamakan di Bandara Sentani dan sekitarnya.

Kedudukan pasukan sekutu (di bawah pimpinan Amerika) di Jayapura dan sekitarnya makin diperluas dan mendesak pertahanan tentara Jepang, sehingga tidak ada perlawanan. Dengan demikian, operasi terhadap pasukan Jepang di Jayapura berakhir pada 6 Juni 1944.

Korban (meninggal) di pihak sekutu sebanyak 152 orang dan 1.057 lainnya luka-luka, sedangkan Jepang sebanyak 3.300 orang.

“Panglima angkatan darat Jepang, Jenderal Inada mengundurkan diri ke hutan, sebelah barat Sentani menuju Sarmi dengan pasukan berkekuatan 7.200 orang. Namun akibat kelaparan, sakit, bahkan dikejar pasukan pesawat maka tinggal 1.000 orang yang tiba di Sarmi,” tulis Arnold Mampioper.

Penyusunan MoU repatriasi kerangka tentara Amerika, yang hanya ratusan jumlahnya perlu melibatkan pemerintah daerah di Papua. Pasalnya jumlah kerangka tentara Amerika hanya ratusan daripada kerangka tentara Jepang.

Pada Perang Pasifik tahun 1944, tentara Amerika di bawah Jenderal Douglas Mac Arthur berhasil mengalahkan pasukan Jepang di Papua. Dia menjadikan Ifar Gunung Sentani sebagai markas komando untuk Pasifik Barat Daya.

“Dari markasnya di Sentani, sambil minum es krim, Mac Arthur merencanakan serangan ke Philipina,” kata Hari Suroto.

Hari menduga bahwa kerangka tentara Amerika berbaur dengan kerangka orang Papua dan Jepang. Oleh karenanya, harus dilakukan pemeriksaan forensik tulang-belulang. Dalam repatriasi tulang-belulang tentara Amerika juga perlu memperhatikan temuan artefak peninggalan Perang Pasifik.

“Kerangka tentara Amerika yang meninggal dalam pertempuran Perang Pasifik terdapat di Kabupaten Jayapura, Kabupaten Sarmi, Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua dan Kabupaten Tambrauw di Provinsi Papua Barat,” kata Suroto. (*)

Editor: Dominggus A. Mampioper

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top