Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Reputasi Tiongkok di Polinesia Prancis memburuk

Pelabuhan Laut Tahiti. – RNZI/Walter Zweifel

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Papeete, Jubi – Tiongkok kembali menyatakan tidak ada kapal penangkap ikan miliknya, yang terlibat dalam penangkapan ikan ilegal di perairan Polinesia Prancis, setelah dikritik terus menerus melalui media sosial.

Konsul pemerintah Tiongkok di Papeete tampil di layar kaca di Tahiti, sekali lagi menentang klaim yang, menurutnya, tidak berdasar dan dilakukan dengan niat jahat. Ia juga menekankan optimismenya atas proyek budi daya ikan terbesar di kawasan itu, yang akan dibangun di atas atol Hao oleh perusahaan swasta asal Tiongkok.

Namun, di media sosial, diskusi tentang kehadiran dan maksud Tiongkok tetap berlanjut, akibat ada yang mengklaim penangkapan ilegal itu dan mensinyalir ada yang ditutup-tutupi. Sebuah petisi daring yang telah ditandatangani oleh lebih dari 10.000 orang dalam beberapa hari, meminta pemerintah Polinesia Prancis untuk melarang semua kapal penangkap ikan tuna Tiongkok dari perairannya.

Stasiun televisi Tahiti Nui TV memberi konsul Tiongkok di negara itu, Shen Zhiliang, kesempatan untuk menanggapi tuduhan-tuduhan ini. “Desas-desus ini tanpa dasar dan jahat niatnya. Tiongkok juga terus memantau situasi ini. Kami memiliki UU yang sangat ketat, dan usaha-usaha di bidang perikanan terus mengawasi kapal mereka siang dan malam.”

Loading...
;

Bulan lalu, konsulat Tiongkok merilis pernyataan tertulis untuk mengklarifikasi kapal-kapal Tiongkok mematuhi aturan PBB.

Ketua baru dari dewan pelabuhan Papeete, Claude Davio, berkata kepada stasiun televisi lokal, pangkalan utama hampir semua kapal Tiongkok adalah Suva di Fiji, tetapi untuk menghemat waktu mereka terkadang singgah untuk meninggalkan tangkapan mereka di Papeete.

“Kami lihat kapal-kapal ini memang memasuki zona kami. Mereka diizinkan melintasi zona kami, tetapi mereka tidak menangkap ikan.”

Davio juga positif tentang kapal-kapal penangkap ikan Tiongkok yang berhenti di Papeete, menerangkan mereka mendatangkan jutaan dolar untuk usaha-usaha lokal, karena kapal-kapal itu perlu pekerjaan pemeliharaan sebelum menuju perairan internasional. (RNZI)


Editor: Kristianto Galuwo

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top