Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Restorative justice, harusnya adil bagi kedua pihak

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Direktur Perkumpulan Advokat Hak Asasi Manusia atau PAHAM Papua, Gustaf Kawer mengatakan  restorative justice dapat dijadikan penyelesaian saat ini, asalkan diberlakukan di kedua belah pihak.

“Dengan pemberian ganti rugi kementerian dan pemda ke korban, sebenarnya sudah mewakili rakyat. Jadi 61 tersangka yang ada di Jayapura, Timika dan Deiyai seharusnya dibebaskan,” katanya kepada Jubi, Jumat (13/9/2019).

Kawer menjelaskan jika proses hukum lanjut, secara tidak sadar orang Papua akan menjadi korban secara berlapis lapis. Sudah mendapatkan diskriminasi rasial di Malang, Surabaya, Semarang dan Makassar, pasca demonstrasi dibunuh, dan yang terakhir puluhan lainnya ditahan.

Loading...
;

“Ini posisi yang sangat tidak menguntungkan. Jadi Gubernur, DPR Papua dan MRP seharusnya, tidak langsung memberikan santunan, tetapi seharusnya ada proses penyelesaian terlebih dahulu, agar kasus selesai dan tidak ada yang dibawa ke pengadilan,” katanya.

Ia menambahkan, sampai saat ini pelaku rasisme hanya tiga yang dijadikan tersangka, lainnya bebas, sedangkan pelaku pembacokan, panah dan pembunuhan sampai hari ini masih bebas. Sedangkan 85 demonstran sudah ditetapkan sebagai tersangka.

“Kalau Menteri, Gubernur dan walikota memberikan bantuan, tanpa membebaskan yang ditahan, berarti mereka turut serta dalam ketidakadilan,” katanya.

Gustaf Kawer mengakui restorative justice dikenal di negara-negara yang memiliki sistem hukum anglo Saxon. Restorative justice merupakan suatu jalan untuk menyelesaikan kasus pidana yang melibatkan masyarakat, korban, dan pelaku kejahatan dengan tujuan agar tercapai keadilan bagi seluruh pihak.

Sedangkan Indonesia mewarisi sistem hukum eropa continental warisan Belanda. “Walau tidak dikenal, tapi seharusnya masuk kebijakan, terobosan dari pemerintah, DPRP, MRP dan aparat penegak hukum agar selesai di tingkat Polisi saja tidak sampai di tingkat pengadilan. Ini memberi kepuasan pada dua pihak, tidak ada yang kalah dan tidak ada menang,” jelasnya.

Jika tetap ingin kosnsisten menggunakan sistem Eropa continental, walau ganti rugi sudah diterima, proses hukum tetap berlanjut. Kawer menegaskan jika demikian, Polisi harus menemukan juga siapa pembunuh lima orang pasca demonstrasi.

“Jangan sampai di satu pihak ada restorative justice, sedangkan pihak lain tidak dilakukan. Pembunuhan itu pidana murni, biar ada pergantian. Harus lanjut ke pengadilan. Itu posisi tawar. Kalau selesai, ayo selesai dua-dua. Kami tawarkan konsep di luar penegakan hukum ini,” katanya.

Sedangkan kata anggota Komisi II DPR Papua, John NR.Gobai mengatakan dengan berbagai kondisi hari ini, ia harus mengatakana bahwa, orang Papua hari ini, telah jatuh, tertimpa tangga kemudian diinjak. “Artinya orang Papua ini telah jatuh karena mendapat tindakan rasisme, lalu dibunuh, kemudian tertimpa tangga karena banyak yang ditangkap, ditindak dengan tindakan represif, kemudian kemudian ditetapkan sebagai tersangka,” katanya kepada Jubi, Minggu (15/9/2019).

Posisi orang Papua masih saja menjadi koban. Karena sampai saat ini belum ada jaminan hukum , bahwa tidak akan terjadi lagi praktik rasisme di Indonesia terhadap orang papua dan kaum minoritas.

“Apapun solusi akhir dari situasi ini, kami ingin jangan ada lagi korban baik itu masyarakat Papua dan masyarakat non Papua di tanah Papua,” katanya.

Gobai menyampaikan saat bertemu Wakil Ketua DPR RI, Dr. H. Fadli Zon pada 11 September 2019, Ia meminta agar DPR RI mendesak Presiden Joko Widodo [Jokowi] melalukan perundingan.

John mengatakan, perundingan tersebut antara Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Provinsi Papua dan masyarakat Papua yang dimediasi oleh Pihak Ketiga yang netral.

“Sama seperti yang Pemerintah Indonesia lakukan untuk Aceh. Itu yang kami desak dan saya sudah sampaikan usulan dalam bentuk surat,” ujarnya.(*)

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top