Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

RSJ Abepura akan meninjau kembali nota kesepahaman penanganan ODGJ 

Pelaksana Tugas Direktur RSJ Abepura, Anton Mote (kedua dari kanan) meninjau fasilitas rumah sakitnya. – Jubi/Alex.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Rumah Sakit Jiwa Abepura di Kota Jayapura akan meninjau kembali nota kesepahaman mereka dan Dinas Sosial kabupaten/kota di Papua dalam hal penanganan orang dengan gangguan jiwa. Peninjauan kembali itu akan dilakukan untuk mengatur proses pemulangan pasien yang telah selesai berobat, demi menyeimbangkan daya tampung Rumah Sakit Jiwa Abepura.

Pelaksana tugas Direktur Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Abepura, Anton Mote mengatakan saat ini jumlah orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang menjalani pengobatan maupun pemulihan di RSJ Abepura cukup banyak. Mereka terdiri dari pasien baru, pasien akut, maupun pasien kronis.

“[Kami mengalami kendala dalam memulangkan pasien yang telah selesai berobat]. Kadang ketika hendak dipulangkan, ada masalah di keluarga pasien. Akhirnya, sejumlah pasien yang telah dipulangkan justru keluar dari rumah, kembali di jalanan. Kami akan meninjau ulang nota kesepahaman kami dengan Dinas Sosial kabupaten/kota, khususnya terkait kesepakatan dalam hal pemulangan pasien ODGJ,” kata Anton Mote, di Jayapura, Sabtu (20/7/2019).

Mote menyatakan pihaknya akan melakukan sejumlah pendekatan dengan keluarga pasien ODGJ, maupun Dinas Sosial kabupaten/kota untuk merumuskan aturan baru terkait penjaringan dan pemulangan ODGJ di Papua.  “Saat ini ODGJ banyak tersebar di jalan-jalan, dan membutuh penanganan. Hanya saja daya tampungnya [RSJ Abepura] yang jadi masalah. [Harus ada] tindak lanjut [penanganan ODGJ], sebab setelah pengobatan pasti ada kelanjutannya. [Misalnya,] bagaimana [dukungan] keluarganya,” ujarnya.

Loading...
;

Terkait kebijakan sejumlah pemerintah kabupaten/kota menampung ODGJ di rumah singgah, Mote mengembalikan kebijakan penampungan ODGJ itu kepada pemerintah kabupaten/kota. Mote menegaskan, kemampuan RSJ Abepura hanya sebatas mengobat ODGJ dan mendampingi orang ODGJ yang sedang dirawat ODGJ.

“Jadi, sebelum pulang dari RSJ, [pasien akan menjalani] proses rehabilitasi, antara lain dibekali keterampilan. Nah, setelah keluar, harus ada  pihak yang terus menerus memantau kondisi mantan pasien itu, terutama keluarga. Sebab, jika tidak diperhatikan, orang dengan riwayat gangguan kejiwaan bisa kambuh dan harus dirawat di RSJ Abepura lagi,” ujar Mote.

Secara terpisah, Anwar Lapu, warga Abepura, Kota Jayapura menilai penanganan orang dengan gangguan jiwa di Papua, khususnya Kota Jayapura harus dilakukan dengan serius. Lapu melihat hingga saat ini banyak ODGJ dewasa maupun anak-anak yang terlantar dan berada di jalanan.

“Banyak dari mereka yang butuh penanganan serius. Mungkin pemerintah perlu membangun satu rumah singgah untuk mereka, agar penanganan bisa lebih maksimal,” kata Anwar. (*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top