HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

RSUD Jayapura siapkan rencana induk menuju rumah sakit tipe A

Areal depan RSUD Jayapura. – Jubi/Alex

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Pelaksana Tugas Direktur Rumah Sakit Umum Daerah atau RSUD Jayapura, Aloysius Giyai mendorong pembuatan rencana induk pengembangan RSUD Jayapura selama 30 tahun mendatang. Rencana induk itu disusun untuk menjadikan RSUD Jayapura rumah sakit rujukan tipe A di kawasan timur Indonesia maupun di kawasan Asia-Pasifik.

“Paling tidak master plan ini tujuannya untuk menjadi acuan bagi direktur rumah sakit yang baru, yang ditunjuk sebagai pimpinan di masa mendatang. Siapa pun direkturnya, tinggal melanjutkan program kerja sesuai rencana induk yang ada,” kata Aloysius Giyai di Jayapura kemarin.

Rencana induk yang sedang disusun itu juga mempertimbangkan status RSUD Jayapura yang sudah menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Untuk menambah pendapatan rumah sakit, pengelola RSUD Jayapura berencana membangun pusat bisnis di dalam kawasan rumah sakit. “Nantinya, kami akan bangun sebuah mini market, supaya rumah sakit ini punya unit penghasilan,” ujar Giyai.

Bersamaan dengan penyusunan rencana induk itu, manajemen RSUD Jayapura akan terus membenahi kawasan rumah sakit yang saat ini terlihat kumuh dan tidak teratur. Pembenahan itu akan dilakukan dengan membongkar sejumlah bangunan lama yang berada di depan rumah sakit.

Loading...
;

Mulai 2020 misalnya, manajemen RSUD Jayapura akan membongkar asrama perawat dan rumah dinas dokter. Setelah seluruh bangunan itu dibongkar, lahannya akan digunakan untuk membangun gedung pusat pengendali administasi serta pusat pendidikan, pelatihan, dan penelitian setinggi enam lantai.

Manajemen RSUD Jayapura juga mulai menimbun sebagian kawasan rumah sakit, untuk memperluas areal parkir pengunjung. “Penimbunan sudah mulai dilakukan untuk memperluas parkiran sementara. Di lain pihak, ruas jalan depan dan belakang rumah sakit pun telah dibuat dua arah. Dua hari lalu, kami juga sudah undang Dinas Pekerjaan Umum untuk melakukan pengukuran. Semua jalan yang tadinya amburadul akan segera diaspal, terutama jalan masuk dan lahan parkir rumah sakit,” kata Giyai.

Giyai juga mulai menata angkutan umum yang melintasi RSUD Jayapura, karena banyak angkutan umum yang mangkal dan menjadikan rumah sakit itu “terminal bayangan”. Kini angkutan umum itu hanya bisa menurunkan penumpang di dekat gedung rawat jalan dan kamar jenasah.

“Untuk kamar jenasah akan kami pindahkan ke bagian belakang rumah sakit. Artinya, untuk pasien dan keluarga yang hendak berobat rawat jalan cukup jalan kaki ke gedung baru, kan dekat saja. Pasien gawat darurat nantinya dipersilahkan untuk diturunkan di depan pintu utama rumah sakit,” ujarnya.

Secara terpisah, Vanessa Saimima, warga Hamadi, Kota Jayapura menilai, pembenahanan RSUD Jayapura harus dilakukan secara utuh. Penataan itu harus mencakup penataan manajemen, ruang rawat inap, sampai penataan fasilitas rumah sakit yang sudah harus di tingkatkan.

“Memang saya lihat pembongkaran bagian luar rumah sakit sudah dilakukan. Kami harapkan setelah itu, bagian dalam rumah sakit juga bisa segera ditata dengan baik, sehingga rasa nyaman selama berobat di rumah sakit bisa dirasakan setiap pasien,” kata Vanessa. (*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top