HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Ruang operasi RSUD Tiom diharapkan bisa beroperasi bulan depan

RSUD Tiom di Kabupaten Lanny Jaya, Papua. -Jubi/Islami

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Wamena, Jubi – Sekretaris Daerah Kabupaten Lanny Jaya, Christian Sohilait
mengharapkan ruang operasi Rumah Sakit Umum Daerah Tiom akan bisa beroperasi mulai bulan depan. Pembangunan ruang operasi sempat terkendala keterlambatan pengiriman alat kesehatan dari luar negeri, namun proses pembangunan ruang operasi tetap berjalan.

Hal itu dinyatakan Sohilait di Wamena, Kamis (16/5/2019). “Kami masih memiliki sisa (pekerjaan) sedikit lagi, seperti pembuatan trase (garis penanda jalur)  supaya (paramedis) bisa mengantar pasien dari IGD ke ruang operasi. Ada sejumlah kebutuhan lainya. Kemungkinan (akan selesai dalam) satu-dua bulan, atau paling cepat setelah Idul Fitri,” kata Sohilait.

Menurut Sohilait, Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya telah menganggarkan dana Rp40 miliar untuk peningkatan fasilitas pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tiom. Dana itu termasuk untuk meresmikan ruang operasi yang baru, pengadaan peralatan kesehatan, dan penambahan jumlah dokter di RSUD Tiom.

“Di Lanny Jaya sudah ada dokter bedah, dan selama ini RSUD Tiom sudah bisa melakukan operasi bedah ringan. Akan tetapi, RSUD Tiom belum bisa menjalankan operasi besar, karena ruangannya belum ada,” katanya.

Loading...
;

Direktur RSUD Tiom, dokter Nataniel Imanuel Hadi mengungkapkan seharusnya ruang operasi baru diresmikan pada 15 Mei 2019. Akan tetapi, keterlambatan pengiriman sejumlah peralatan medis dari luar negeri membuat pembangunan ruang operasi belum rampung.

“Sejauh ini kelengkapan hampir sekitar 80 persen, namun (kekurangan sejumlah) alat yang penting untuk melakukan operasi. Misalnya, alat bedah persalinan. Semua kekurangan itu akan segera terpenuhi,” katanya.

Nataniel menyatakan RSUD Tiom telah memiliki dokter spesialis bedah, dokter spesialis kandungan. Untuk mendukung pelaksanaan operasi, RSUD Tiom juga akan mendatangkan dokter spesialis anastesi.

“(Saat ini) kami sudah memiliki perawat penata anastesi, yang bisa untuk sementara waktu membantu pelayanan di ruang operasi, dimana dalam hal ini ia bertindak untuk mewakili dokter spesialis,” katanya. Selain ruang operasi, RSUD Tiom juga akan mendapatkan bantuan tiga unit ambulance dari Palang Merah Indonesia. (*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top