Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Rusia tuduh oposisi Bolivia pemicu gelombang kekerasan

Ilustrasi oposisi, pixabay.com

 

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Moskow , Jubi – Rusia menuding oposisi Bolivia telah memicu gelombang kekerasan di negara Amerika Selatan itu. Rusia melihat upaya Pemerintah Bolivia mendorong agar dialog tercipta telah dikalahkan oleh upaya kudeta.

Presiden Bolivia Evo Morales pada Minggu, (10/11/2019) menyatakan mundur dari jabatannya guna meredakan kekerasan yang telah mendera negara itu sejak pemilihan berakhir dengan sengketa.

Baca juga : PBB puji catatan HAM Bolivia dan Evo Morales Oposan Bolivia serukan pemilihan presiden baru

Bolivia Tunjuk Wanita Jenderal Yang Pertama

Loading...
;

Pada saat yang sama, Morales memicu kekhawatiran bahwa kekerasan akan bertambah parah dengan mengatakan bahwa sebagai korban kudeta dan terancam ditangkap.

Dalam pernyataan, Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan khawatir melihat keadaan di Bolivia. Hal itu menjadi alasan Rusia mengimbau semua kekuatan politik di negara itu menggunakan akal sehat dan bertindak dengan penuh tanggung jawab. (*)

Editor : Edi Faisol

 

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top