HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

RUU mengkriminalisasi pegawai pemerintah Samoa dianggap berlebihan

Perdana Menteri Samoa, Tuilaepa Dr. Sa’ilele Malielegaoi. – Samoa Observer

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Oleh Mata’afa Keni Lesa

Perdana Menteri Samoa, Tuilaepa Dr. Sa’ilele Malielegaoi, telah melakukan banyak hal untuk Samoa. Itu adalah kebenaran yang tidak dapat disangkal. Pria ini telah memimpin negara ini sebagai Perdana Menteri selama sekitar 20 tahun terakhir, dan memiliki pencapaian yang melebihi siapapun yang sepadan dengannya dalam sejarah.

Memang benar, ia memimpin pemerintah yang telah berkuasa selama hampir 40 tahun, dengan pemerintahan yang penuh dengan orang hebat lainnya. Namun akhir-akhir ini, dia tampaknya berubah menjadi seorang yang mudah khawatir.

Pertanyaannya adalah: apa yang dikhawatirkan oleh seorang laki-laki yang dapat disebut sebagai orang paling berkuasa di Samoa saat ini? Nah, berdasarkan apa yang telah dia katakan di hadapan khalayak umum akhir-akhir ini, dia tidak puas melihat pekerjaan pers dan media di negara ini.

Loading...
;

Lebih tepatnya, ia tidak puas dengan surat kabar Samoa Observer, sebuah surat kabar kecil yang dikelola oleh orang-orang yang telah berulang kali ia gambarkan sebagai idiot, bodoh, dan anak-anak kecil, serta banyak julukan lainnya.

Samoa Observer sasaran utama

Bagaimana kita bisa tahu? Karena itu yang telah dia katakan kepada semua orang di Samoa dan di seluruh dunia dalam program mingguannya. Judul halaman depan Samoa Observer Jumat lalu (6/9/2019) yang berjudul ‘PM defends draft law to criminalise leaks, takes aim at the Samoa Observer’ membenarkan kecurigaan ini.

Menurut Perdana Menteri, RUU yang sedang diusulkan pemerintah, RUU yang mengancam akan memenjarakan pejabat pemerintah hingga tujuh tahun untuk membocorkan informasi negara, ini diperlukan karena jurnalis yang melaporkan berita-berita yang negatif dengan maksud untuk meningkatkan penjualan surat kabar.

“Tujuan mereka bukan untuk melaporkan kebenaran. Para wartawan ini akan memutarbalikkan informasi dan mereka akan mendapat keuntungan secara finansial dari melakukan hal itu, namun liputan mereka didasarkan pada kebohongan,” tutur Tuilaepa. “Jadi tujuan dari UU ini adalah untuk melindungi negara.”

Itu adalah tuduhan yang cukup berat. Tapi sebenarnya pemerintah ingin melindungi negara ini dari hal apa? Dalam program mingguannya dengan Talamua Media pekan lalu, Tuilaepa mengutip beberapa contoh, ketika ia menargetkan Samoa Observer, menuduh koran ini menerbitkan berita yang membawa dampak negatif bagi Samoa.

Dia menyinggung sebuah berita tentang Samoa Airways yang rugi hingga $ 6,6 juta dari Oktober hingga Desember tahun lalu.

“Menurut mereka, mereka memiliki hak untuk mempublikasikan data-data ini dan mereka melupakan dampaknya pada perusahaan maskapai,” katanya. “Persoalan seperti ini adalah jenis masalah yang tidak benar-benar kita sampaikan kepada siapa pun, tetapi Samoa Observer telah yang memfitnah upaya maskapai penerbangan dan membahayakan proposal Pemerintah Samoa.”

Mari kita telaah perlahan-lahan tuduhan Perdana Menteri. Laporan itu didasarkan pada data yang tersedia dalam laporan kinerja keuangan yang diserahkan oleh Samoa Airways kepada Kementerian BUMN. Data tersebut tersedia untuk diunduh secara cuma-cuma dari situs web pemerintah, yang sejak saat itu telah dihapus. Itu bukan data yang dibocorkan oleh pihak mana pun.

Laporan tentang RUU mengkriminalisasi pembocoran informasi negara

Selanjutnya, Tuilaepa juga mengkritik Samoa Observer karena menerbitkan liputan tentang proposal kebijakan yang sensitif, seperti rancangan amendemen UU Kejahatan, Crimes Act, yang mengkriminalisasi pembocoran informasi negara.

“Kita belum menyelesaikan rancangan itu, namun mereka sudah mengumumkannya,” menurut Tuilaepa. “Akibatnya informasi itu dibocorkan, dan hal ini tidak baik bagi pemerintah ketika kita masih dalam tahap pengusulan namun RUUnya sudah dipublikasikan.”

Sekarang, kita bisa mengerti apa yang dikatakan Perdana Menteri.

Tapi bukankah salah satu peran media sebagai pengawas adalah bagian dari demokrasi? Apakah Samoa bukan lagi negara demokrasi?

Mungkin pertanyaan yang harusnya kita ajukan adalah, mengapa pejabat-pejabat pemerintah membocorkan dokumen-dokumen ini? Satu-satunya jawaban yang dapat kita pikirkan adalah mereka khawatir tentang apa yang terjadi di negara Samoa saat ini.

Tidak ada sedikit pun keraguan dalam pikiran kita bahwa pegawai-pegawai negara ini peduli akan bangsa ini, dan mereka ingin kita tahu apa yang dipikirkan dan direncanakan oleh pemerintah ini.

Faktanya adalah, dari semua pelanggaran lainnya seperti penyalahgunaan kekuasaan dan sumber daya publik dan pelanggaran lainnya, yang seharusnya memenjarakan pejabat publik, tidakkah kalian berpikir bahwa memenjarakan mereka hanya karena membocorkan informasi itu terlalu berlebihan?

Bahkan, kemungkinan hal ini terjadi itu akan sangat memalukan.

Ingat reputasi Samoa yang solid di sekitar kawasan Pasifik dan dunia, dalam hal stabilitas politik, kebebasan media, dan pembangunan ekonomi, yang telah dimungkinkan oleh PM Tuilaepa selama bertahun-tahun, bahkan beberapa dekade.

Mengapa Pemerintah Samoa dan Perdana Menteri Tuilaepa memundurkan semua kerja kerasnya selama ini, dengan mengeluarkan UU yang akan menciptakan lingkungan penuh rasa takut dalam pelayanan kepada masyarakat?

Bukankah menurut kalian UU seperti itu dapat menghapuskan rasa hormat yang dimiliki orang-orang atas pencapaian Samoa dan pemerintah ini selama hampir 40 tahun terakhir?

Hari ini, mari kita berpikir bagaimana kita dapat melakukan yang terbaik untuk melanjutkan pembangunan negara ini dengan menekankan pentingnya transparansi, akuntabilitas, dan tata pemerintahan yang baik, dan bukan merekayasa undang-undang yang tidak perlukan seperti ini yang dimotivasi oleh paranoia dan rasa takut yang berlebihan.

Pemerintah Samoa masih memiliki banyak pekerjaan yang harus mereka lakukan, begitu juga dengan pers dan media. Mengizinkan pers dan media yang independen dan kuat untuk dapat mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang sulit tentang pemerintahnya, akan meningkatkan reputasi Samoa sebagai demokrasi yang semakin dewasa di belahan dunia ini. (Samoa Observer)


Editor: Kristianto Galuwo

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top