Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

SAMN Jayapura serukan pemuda Papua lawan Miras

Anias Lengka (dua dari kiri), dan Soni W. Wanimbo (kanan) – Jubi/Abeth You

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Ketua solidaritas anti minuman keras dan narkoba [SAMN) Kota Jayapura, Anias Lengka mengajak kepada semua pemuda asli Papua untuk bersama-sama melawan miras di tanah Papua.

Hal itu dikatakan Anias usai diberikan penghargaan sebagai tokoh kepeloporan dan kesukarelawanan oleh Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Papua bekerjasama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Keerom pada momen hari Sumpah Pemuda ke 91 di Arso, (28/10/2019).

“Pada kesempatan yang bersejarah ini, saya ingin mengajak semua pemuda bahwa dengan penghargaan ini sebagai motivasi untuk saya terus maju menyuarakan bahaya Miras bagi generasi muda Papua,” ujar Anias Lengka kepada Jubi, Selasa, (29/10/2019).

Penghargaan itu, kata dia membuat termotivasi untuk keselamatan nyawa manusia yang kerap mati sia-sia karena minuman keras.

Loading...
;

“Ini bisa mendorong kami lebih kuat untuk terus suarakan. Bukan karena hasil capaian atas apa yang kami suarakan selama ini,” katanya.

Lengka berharap kepada Pemerintah Provinsi (Pemrov) Papua bahkan Pemerintah Kabupaten/Kota agar tidak menjadi kerikil-kerikil kecil yang dapat membunuh pemuda dan masyarakat Papua dengan berikan izin pemasokan dan penjualan miras.

“Sebab selama ini peredaran Miras dibiarkan begitu saja tanpa ada pengawasan dan pengendalian dengan baik oleh pemerintah,” ujarnya.

Hal ini lanjutnya, jika dibiarkan terus maka moral sumber daya manusia (SDM) Papua akan rusak sehingga Pemprov maupun Pemkab. Dan Pemkot berpikir baik apa yang penting. “Membangun sumber daya manusia atau membunuh sumber daya manusia atas nama pembangunan,” ujar dia.

Berkaitan dengan penghargaan yang diberikan, dirinya persembahkan buat semua orang yang selama ini berjuang bersama-sama melawan Miras dan juga kepada mereka yang selama ini memberikan masukkan dan saran serta motivasi kepada solidaritas yang dipimpin.

Soni W. Wanimbo, salah satu penerima penghargaan juga mengatakan jika dihitung jumlah matinya orang asli Papua lebih banyak disebabkan karena Miras.

Wanimbo yang juga Ketua DPRD terpilih Kabupaten Tolikara ini menyatakan akan meminimalisir peredaran Miras di wilayahnya, setelah dirinya dilantik secara resmi di kursi legislatif setempat.

“Pada kepemimpinan saya sebagai ketua DPRD Tolikara, saya tegaskan tidak ada peredaran miras di Tolikara. Harap semua Kabupaten dan Kota di Provinsi Papua dapat melakukan hal yang sama agar sember daya manusia Papua lebih baik dari daerah lain di Indonesia,” katanya. (*)

Editor: Syam Terrajana

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top