Sanggar NDS wakili Papua ke KKAI 2019

Sanggar NDS wakili Papua ke KKAI 2019

Sanggar tari Nafas Danau Sentani saat berlatih di Kampung Yokiwa – Jubi/IST

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Sentani, Jubi – Direktorat Kesenian Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia setiap tahun memiliki beberapa program kesenian, salah satunya adalah Konser Karawitan Anak Indonesia (KKAI).

Program KKAI pada 2019 ini diselenggarakan untuk tingkat anak di bawah 12 tahun. Panitia penyelenggara melakukan seleksi dengan cara open call sehingga setiap sanggar seni dan  komunitas seni di seluruh Indonesia dapat mendaftar untuk mengikuti seleksi dengan cara mengirimkan video karya musik.

Lima orang tim pegamat yang telah dipilih oleh pihak kementerian akan menyeleksi seluruh karya musik yang telah dikirim masing-masing sanggar seni di seluruh Indonesia.

Nafas Danau Sentani (NDS) adalah salah satu sanggar seni yang terletak di kampung Yokiwa, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura yang terpilih melalui proses seleksi tersebut untuk mewakiki Provinsi Papua.

Aliakha Art Center (AAC) yang juga berlokasi di kampung Yokiwa berperan penting dalam proses kreatif untuk mempersiapkan konsep garapan musik dan pengiriman data video sehingga melalui tahap seleksi di tingkat kementrian, sanggar seni NDS dapat terpilih mewakili Provinsi Papua pada tahun ini.

Ketua AAC, Markus Rumbino, saat ditemui di Sentani, mengatakan bahwa konsep garapan musik dan tarian yang dibawakan oleh sanggar NDS menceritakan tentang peristiwa banjir bandang yang terjadi di Kabupaten Jayapura, 16 Maret lalu.

“Konsep yang dibawakan secara tradisional yang dikembangkan melalui nyanyian, tarian, dan ratapan yang biasa disebut akhoi koi dan ehabla,” jelas Markus, di Sentani, Rabu (17/4/2018).

Menurutnya, dari materi tarian yang dibawakan ini ada pesan moral dan sosial kepada masyarakat yang mendiami kawasan penyangga dan kawasan cagar alam Robonghollo, agar senantiasa menjaga dan melestarikan hutan dan lingkungan mereka masing-masing.

“Ketika kita berbicara terjadi bencana alam yang besar, berarti ada sesuatu yang salah telah dilakukan oleh manusia terhadap alam. Robongholo dan Danau Sentani adalah dua mahakarya yang satu paket diciptakan Tuhan bagi kita, sudah menjadi tanggung jawab dan kewajiban kita manusia untuk menjaga dan merawat serta melestarikannya dengan baik dan untuk kepentingan anak cucu kita yang akan datang,” ungkapnya.

Sementara itu, Edison Paisey, seorang budayawan di Sentani, mengatakan kesempatan dan ruang bagi seniman untuk berkarya sudah sangat langka. Apalagi mengikuti iven-iven nasional seperti ini.

“Sebagai seniman dan budayawan saya sangat bangga, ada karya dan kreativitas anak muda yang mau ditampilkan sampai di luar sana. Dengan demikian semua orang akan tahu nilai budaya kita masih ada dan itu sangat mahal. Kita berharapa ke depan ada ruang-ruang yang terbuka bagi seniman asli di daerah ini,” katanya.

Konser Karawitan Anak Indonesia akan berlangsung pada 18-22 April di Gedung Kesenian Jakarta. Peserta yang terlibat dalam kegiatan ini ada lebih dari 27 provinsi di Indonesia yang akan meramaikan event tersebut. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Populer

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)