Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Sanksi PBB Berpotensi Menghalangi Kesepakatan Nuklir Iran

Lausanne, Jubi/Antara/AFP – Perdebatan mengenai tata cara pencabutan sanksi PBB untuk Teheran dilihat berpotensi menjadi penghalang tercapainya kesepakatan nuklir sebelum tenggat waktu 31 Maret berakhir.

Menurut keterangan sejumlah perunding dari negara Eropa, pemimpin tertinggi Iran Ayatullah Ali Khameini telah meminta agar sanksi PBB segera dicabut “pada hari pertama” jika kesepakatan nuklir tercapai.

Sementara di sisi lain, enam negara lain (Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Jerman, Rusia, Tiongkok), yang turut dalam perundingan yang sama, menuntut agar pencabutan sanksi dilakukan secara bertahap sesuai dengan kepatuhan Iran menjalankan kesepakatan.
“Mereka (perwakilan dari Iran) mengatakan bahwa itu adalah harga mati,” kata seorang negosiator yang meminta namanya dirahasiakan.

PBB memang diketahui telah memberlakukan sanksi untuk Iran sejak 2006 untuk mencegah negara tersebut mempunyai kemampuan mengembangkan senjata atom.

Namun, sanksi yang betul-betul menjatuhkan perokonomian Iran justru baru terjadi pada 2010. Sanksi yang diberlakukan secara sepihak oleh Amerika Serikat dan Uni Eropa itu membatasi ekspor minyak dan sektor perbankan Teheran.

Loading...
;

Sejumlah pejabat dari negara-negara Eropa mengatakan bahwa mereka hanya akan mencabut sementara–dan bukan pencabutan sepenuhnya–sejumlah sanksi jika Iran setuju untuk memperkecil skala program nuklirnya.

Sementara itu, Amerika Serikat mengatakan bahwa pencabutan sanksi akan dilakukan berdasarkan prestasi yang dicapai Iran dalam mematuhi kesepakatan –di antaranya penghancuran sejumlah fasilitas nuklir.

Meski negara-negara Barat sudah setuju untuk mencabut sanksi-sanksi yang mereka terapkan secara unilateral, Iran bersikeras bahwa sanksi dari PBB juga harus segera dicabut karena dinilai ilegal dan merendahkan.

Pencabutan sanksi dari PBB akan sulit dilakukan dalam waktu segera karena membutuhkan persetujuan dari badan nuklir PBB (IAEA). Badan itu harus memberi penilaian bahwa program atom di Iran sepenuhnya bertujuan damai.

Namun penilaian dari IAEA itu biasanya butuh waktu “bertahun-tahun,” kata seorang sumber dari tim diplomat negara Eropa.
“Pencabutan sanksi PBB dengan terburu-buru akan berisiko melegitimasi program nuklir Iran di tengah masih belum jelasnya tujuan aktivitas nuklir di negara itu pada masa lalu,” kata pakar dari Arms Control Association, Kelsey Davenport kepada AFP. (*)

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top