Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Satu tersangka kerusuhan Wamena dilimpahkan ke kejaksaan

Kapolres Jayawijaya, AKBP Tonny Ananda Swadaya, saat melihat kondisi bangunan pascakerusuhan 23 September 2019. -Jubi/Islami

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Wamena, Jubi – Kepolisian Resor (Polres) Jayawijaya melimpahkan satu orang tersangka kerusuhan Wamena 23 September 2019, berinisial PH (16 tahun) ke Kejaksaan Negeri Jayawijaya, pada Kamis (7/11/2019).

Kasat Reskrim Polres Jayawijaya, AKP Suheriadi mengatakan, PH berdasarkan bukti rekaman video, membawa senjata tajam saat kerusuhan. Meski belum jelas senjata tajam itu untuk apa, pelaku dikenakan undang-undang darurat yang ancaman hukumannya maksimal 10 tahun penjara.

“PH ini pada saat kerusuhan ia ikut melempar juga, tetapi kita cari perbuatannya yang ancaman paling berat yaitu membawa senjata tajam sesuai undang-undang darurat. Kalau hanya merusak ancamannya hanya lima tahun enam bulan, kalau undang-undang darurat ini ancamannya 10 tahun supaya ada efek jera, sehingga dikenakan ancaman hukuman maksimal paling berat,” katanya, kepada wartawan di Polres Jayawijaya, Kamis (7/11/2019).

Menurutnya, karena PH masih tergolong anak-anak kepolisian memprioritaskan untuk dipercepat proses hukumnya, terkait masa penahanan yang terbatas kemudian perlakuannya pun harus khusus.

Loading...
;

Selain PH ada dua tersangka anak-anak lainnya dengan inisial AMO dan RA yang masih berusia 16 tahun, yang berkasnya telah P21 dan dilimpahkan ke kejaksaan di hari yang sama, dan dilakukan diversi atau penyelesaian pidana yang pelakunya adalah anak-anak.

“Status AMO dan RA ini sudah dianggap selesai sehingga dikembalikan ke keluarga. Dimana dalam proses mekanisme diversi mengundang semua pihak baik dari jaksa, lapas, orang tua duduk bersama melalui mekanisme diversi,” katanya.

Ia menyebutkan, dalam proses penyelidikan dan penyidikan terkait kerusuhan 23 September lalu, total ada 18 tersangka yang telah disidik dengan rincian 13 orang dewasa dan tiga orang anak-anak.

Dari 13 orang dewasa itu, dua di antaranya dilimpahkan ke Polda Papua yakni YA yang merupakan oknum kepala kampung, dan TTIN seorang mahasiswi yang memprovokasi massa untuk membakar kampus Yapis Wamena.

“Jadi yang ditangani Polres Jayawijaya ada 16 orang, 13 dewasa tiga anak-anak. Untuk tiga orang anak-anak ini yang satu sudah tahap II, dua orang lainnya dilakukan diversi sehingga sisanya tinggal 13 orang lagi yang masih dalam proses tahap satu menunggu P21 dari kejaksaan untuk dilimpahkan,” katanya.

Kapolres Jayawijaya, AKBP Tonny Ananda Swadaya menambahkan, jika semua berkas tersangka dinyatakan lengkap dan dilimpahkan ke kejaksaan, untuk persidangannya sendiri kepolisian memilih untuk menyidangkannya di luar Wamena.

“Diusulkan persidangannya ke Merauke bagi 18 tarsangka ini, sesuai pertimbangan dari Polda Papua,” katanya. (*)

Editor: Kristianto Galuwo

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top