Satwa sering diselundupkan, Ketua Fraksi Golkar: Pengawasan diperketat

Satwa sering diselundupkan, Ketua Fraksi Golkar: Pengawasan diperketat

Ketua Fraksi Golkar DPR Papua, Ignasius W Mimin – Jubi/Arjuna Pademme

Papua No. 1 News Portal | Jubi 

Jayapura, Jubi – Ketua Fraksi Golkar DPR Papua, Ignasius W Mimin mengatakan, pihak terkait perlu memperketat pengawasan di pelabuhan lantaran selama ini sering terjadi penyelundupan satwa yang dilindungi dari Papua, terutama jenis burung dan kura-kura moncong babi.

Ia mengatakan, dalam berbagai kasus, penyelundupan satwa itu dilakukan lewat jalur laut. Misalnya saja, penyelundupan 106 burung berbagai jenis ke Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur yang berhasil diungkap Polda setempat, beberapa hari lalu.

Menurutnya, Papua tidak hanya terkenal karena sumber daya alamnya, keindahan alamnya, juga terdapat berbagai jenis satwa langka dan dilindungi.

“Satwa ini sering menjadi incaran pihak tak bertanggung jawab diselundupkan ke luar Papua untuk dijual. Makanya pengawasan di pelabuhan mesti diperketat karena akses itu yang sering digunakan menyelundupkan satwa dari Papua,” kata Ignasius W Mimin menjawab pertanyaan Jubi, Jumat (8/2/2019).

Menurutnya, setiap barang bawaan penumpang mesti diperiksa dengan teliti, karena selama ini para penyelundup Papua punya berbagai cara membawa membawa satwa dari Papua.

“Jika perlu di pelabuhan dipasang alat pendeteksi seperti di bandara. Kekayaan yang ada di Papua ini selalu jadi incaran. Tidak hanya kayu diselundupkan dari Papua, juga satwa,” ucapnya.

Mimin mempertanyakan mengapa begitu gampangnya orang menyelundupkan satwa langka dan dilindungi dari Papua. Ia khawatir kondisi itu bukan hanya karena lemahnya pengawasan, tapi ada pihak-pihak terkait yang terlibat.

“Jangan sampai ada permainan oknum-oknum tertentu untuk meloloskan satwa itu dari Papua,” ujarnya.

Sementara Kepala Sub Direktorat Penegakan Hukum Direktorat Kepolisian Air Polda Jawa Timur, AKBP Darman mengatakan, pengungkapan upaya penyelundupan ratusan burung berbagai jenis dari Papua di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, berawal dari adanya laporanya masyarakat.

“Masyarakat menginformasikan ada pengiriman hewan langka dari Papuan,” kata AKBP Darman beberapa hari lalu.

Menurutnya, kepolisian bersama tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam setempat menindaklanjuti laporan itu. Polisi kemudian menangkap dua pelaku berinisial P dan E yang merupakan warga Nganjuk dan Siodarjo.

“Burung itu diselundupkan dengan memasukkannya ke dalam pipa paralon yang dimodefikasi. Keterangan keduanya, ratusan burung itu akan dibawa ke Jakarta. Dijual dengan menawarkan melalui media sosial,” ucapnya. (*)

 

Editor  : Edho Sinaga

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Populer

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)