Sejak Januari-Maret, 48 orang di Merauke terserang demam berdarah

Sejak Januari-Maret, 48 orang di Merauke terserang demam berdarah

Genangan banjir dalam wilayah kota Merauke yang berdampak terhadap penyakit demam berdarah – Jubi/Frans L Kobun

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Merauke, Jubi – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke, dr. Adolf Bolang, mengungkapkan terhitung sejak Januari-Maret 2019, sebanyak 48 orang terserang demam berdarah. Dari jumlah itu, tak ada yang meninggal dunia, karena cepat mendapat pertolongan tenaga medis.

“Memang ada yang menjalani rawat inap maupun jalan. Khusus rawat inap, hanya tersisa dua orang setelah adanya laporan dari rumah sakit,” ujar Bolang kepada Jubi, Sabtu (16/3/2019).

Mereka yang terserang demam berdarah, lanjut Bolang, lebih banyak berusia 5-15 tahun. Ada juga abak usia 2-5 tahun, namun tidak terlalu banyak. Umumnya mendominasi adalah pasien dalam wilayah kota. Kalau dari beberapa distrik, hanya beberapa orang.

“Saya selalu mengingatkan kepada masyarakat agar selalu menjaga kebersihan lingkungan sehingga nyamuk tak sembunyi dan berkembang biak,” pintanya.

Untuk fogging, katanya, tak menyelesaikan masalah. Karena hanya nyamuk besar yang akan mati. Sedangkan jentik-jentiknya terus berkembang biak dari waktu ke waktu.

Seorang warga Merauke, Yohana (30), mengaku sering bersama-sama dengan masyarakat di lingkungan sekitar, bergotong royong membersihkan sampah-sampah yang berserakan di pinggir jalan.

“Kadang kala orang membuang sampah tidak pada tempatnya sehingga nyamuk bersembunyi. Inilah kebiasaan yang tidak boleh terjadi di waktu mendatang,” ujar Yohana, yang mengaku dari Kelurahan Samkai. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Populer

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)