Sejumlah 60 warga Jayapura ikuti Pendidikan Kewirausahaan Kaum Muda

Sejumlah 60 warga Jayapura ikuti Pendidikan Kewirausahaan Kaum Muda

Para peserta Pendidikan Kewirausahaan Kaum Muda berfoto bersama di sela program pelatihan yang digelar di Kota Jayapura, Papua, itu, Kamis (2/5/2019). – Jubi/Ramah.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Sejumlah 60 warga Kota Jayapura, Papua, terpilih mengikuti Pendidikan Kewirausahaan Kaum Muda yang diselenggarakan PT Prudential Life Assurance Indonesia bersama Prestasi Junior Indonesia, Kamis (2/5/2019). Program pendidikan itu digelar untuk mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat Kota Jayapura.

Rinaldi Mudahar, Country CEO Community Investment Prudential Indonesia menyatakan Pendidikan Kewirausahaan Kaum Muda itu menerapkan kurikulum pengembangan keterampilan berwira usaha yang digunakan di lebih dari 100 negara. “Kurikulum itu telah kami sesuaikan secara khusus untuk masyarakat Papua, dan pelatihan ini digelar untuk mengembangkan kewirausahaan di Jayapura,” kata Rinaldi di Jayapura, Kamis.

Ia menyatakan 60 peserta pendidikan kewirausahaan itu diseleksi dari 114 kandidat, dan terpilih karena dianggap jeli melihat kebutuhan pasar di Jayapura. Para peserta juga sudah memiliki usaha yang membuat masyarakat Kota Jayapura tidak perlu bergantung kepada produk dari luar Papua.

Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano menyatakan Pendidikan Kewirausahaan Kaum Muda itu sejalan dengan semangat pemberdayaan masyarakat Papua. Tomi menyatakan Pemerintah Kota Jayapura juga terus mengembangkan kewirausahaan warganya, antara lain dengan program bantuan kepada para pengusaha kecil. Menurutnya, program bantuan itu berhasil mengurangi angka kemiskinan di Kota Jayapura, yang saat ini mencapai 43 persen.

“Pemberian bantuan pedagang penjual sayur, pinang, kios dan bunga itu akan meningkatkan taraf perekonomi masyarakat yang ada di Kota Jayapura. Sejumlah 80 persen penerima bantuan kami adalah orang asli Papua, dan 20 persen sisanya bukan orang asli Papua. Peningkatan ekonomi di Kota Jayapura sudah mencapai 0,52 persen,” jelas Tomi Mano.

Salah satu peserta Pendidikan Kewirausahaan Kaum Muda, Grace Sumihe mengaku senang bisa mengikuti program tersebut. “Saya mempunya produk khusus untuk rambut keriting. Saya terinpirasi berdasarkan pengalaman karena orang Papua sangat susah mendapatkan produk rambut keriting. Akhirnya, saya membuat produk dengan bahan natural untuk rambut keriting,” jelas Sumihe.

Peserta lainnya, Markus Aninam memilih menjadi pengusaha karenan ingin mendapatkan penghasilan, sekaligus menciptakan lapangan kerja di Jayapura. “Saya mempunyai produk kuliner dengan tampilan dan cita rasa khas Papua, yang saya padukan dengan makanan kontinental,” ungkap Aninam. (*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Populer

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)