Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Sejumlah kepala kampung mempertanyakan dana HUT Kebangkitan Masyarakat

Kepala DPMK Kabupaten Jayapura, Elisa Yarusabra, saat diwawancarai media – Jubi/Engel Wally

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Sentani, Jubi – Sejumlah kepala kampung mempertanyakan dana sumbangan peringatan HUT Kebangkitan Masyarakat Adat Kabupaten Jayapura yang dilaksanakan pada 22-24 Oktober lalu.

Pada pelaksanaan HUT Kebangkitan Masyarakat Adat, ada sumbangan yang diberikan oleh masing-masing kampung sebesar Rp15 juta.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK)  Kabupaten Jayapura, Elisa Yarusabra, membenarkan adanya sumbangan tersebut. Dari total 134 kampung dan 5 kelurahan di Kabupaten Jayapura, tidak semua kampung yang menyetor sumbangan tersebut.

Dikatakan, sumbangan tersebut diberikan kepada pemerintah distrik yang langsung disalurkan ke masing-masing Dewan Adat Suku (DAS). Kampung yang tidak memasukan rencana kegiatan HUT Kebangkitan Masyarakat Adat pada APBK, jelas tidak menyumbang.

Loading...
;

“Perayaan HUT Kebangkitan Masyarakat Adat adalah pesta rakyat. Dari sisi anggaran sudah harus diusulkan pada musrembang dan dimasukkan dalam APBK masing-masing kampung,” jelas Elisa, saat ditemui di Kantor Bupati Jayapura di Gunung Merah Sentani, Selasa (12/11/2019).

Menurutnya, dana Rp15 juta yang disumbangkan ini nilainya sangat kecil dibanding dengan pencapaian yang di dapat dalam sistem pemerintahan kampung adat saat ini.

Karena ini pesta rakyat, lanjut Elisa, masyarakat melalui pemerintah kampung melaksanakan perayaan HUT yang lebih meriah dari acara -acara lain yang sering dilakukan

“Pameran benda-benda purbakala, benda-benda budaya, asesoris adat, pentas seni, serta pertunjukan folk song dan cerita-cerita masa lampau harus ditampilkan dalam perayaan HUT tersebut, tentunya dengan penganggaran yang lebih besar dari yang sebelumnya,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Kampung Adat Yoboi, Zefanya Wally, mengatakan pelaksanaan HUT Kebangkitan Masyarakat Adat sesungguhnya dilakukan di kampung, tidak di area perkantoran pemerintahan seperti yang beberapa waktu lalu dilaksanakan.

“Kesannya ada tendensi pemerintah dalam pelaksanaan perayaan HUT Kebangkitan Masyarakat Adat. Lalu, sumbangan dana yang diberikan dari masing-masing kampung dipergunakan untuk apa,” pungkasnya. (*)

Editor: Dewi Wulandari 

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top