Sejumlah senjata api diselundupkan ke Indonesia, diduga terkait pengumuman hasil Pemilu 2019

Sejumlah senjata api diselundupkan ke Indonesia, diduga terkait pengumuman hasil Pemilu 2019

Foto ilustrasi – pixabay.com

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Pemerintah menyatakan telah terjadi  penyelundupan senjata api. Penyelundupan senjata itu diduga merupakan upaya mengadu domba atau membuat kekisruhan saat pengumuman hasil Pemilihan Umum 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum pada Rabu (22/5/2019).

Hal itu dinyatakan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko pada Senin (20/5/2019). Meskipun tidak mengumumkan siapa pihak yang menjadi terduga penyelundup senjata itu, Moeldoko menyatakan dugaannya bahwa penyelundupan senjata itu terkait rencana pengumuman hasil Pemilihan Umum 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum pada Rabu.

“Sangat mungkin. Tuduhannya, ujung-ujungnya adalah pemerintah, ujung-ujungnya TNI-Polri menjadi korban tuduhan,” jelas Moeldoko ditemui di Gedung Bina Graha, Jakarta pada Senin.

Menurut Moeldoko, sejumlah senjata yang diselundupkan antara lain senjata api dengan peredam dan senjata untuk penembak runduk. Moeldoko menjelaskan pemerintah membuka informasi itu kepada masyarakat untuk mencegah kesalahpahaman.

Dia menjelaskan aparat keamanan saat menjaga kondisi sewaktu 22 Mei 2019 tidak menggunakan peluru tajam. “Untuk itulah kami rapat di Menko Polhukam menyepakati hindarkan TNI-Polri dari senjata amunisi tajam. Tidak ada lagi sekarang amunisi tajam itu, dilarang. Berikutnya kita menghindari kontak langsung dengan massa,” tegas Moeldoko.

Sebanyak 28 ribu personel aparat keamanan disiapkan menjaga kondisi ibukota Jakarta saat pengumuman hasil Pemilihan Umum 2019 pada 22 Mei 2019. Moeldoko juga mengimbau masyarakat tidak perlu berkumpul unjuk rasa dan tidak membawa senjata.

Editor: Aryo Wisanggeni G

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Populer

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)