Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Sekitar 40 OAP bakal kuliah di STMKG melalui jalur afirmasi

Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi Geofisika – Jubi/twitter.com

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Sekitar 40 sampai 50 anak asli Papua akan melanjutkan kuliah di Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisikan (STMKG). Empat puluh anak asli Papua itu masuk melalui jalur afirmasi dari 250 kuota yang di butuhkan di STMKG tahun 2019.

Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika yang merupakan sekolah ikatan dinas di bawah Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), tahun ini membuka kuota penerimaan calon taruna/i tahun 2019 sebanyak 250 orang.

STMKG adalah satu sekolah dari sembilan sekolah kedinasan yang pendaftarannya diumumkan Badan Kepegawaian Negara. Sekolah kedinasan lainnya, misalnya, Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Sekolah Tinggi Intelijen Negara, Sekolah Tinggi Ilmu Statistik, dan lain-lain.

Dari sekian sekolah itu, STMKG dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika memberikan jatah khusus bagi Papua. STMKG memiliki empat program studi, di antaranya, Meteorologi, Klimatologi, Geofisika, dan Instrumentasi.

Ketua Pansus Afirmasi MRP, Edison Tanati, kepada jurnalis Jubi, di Kota Jayapura, Selasa (25/6/2019), mengatakan kuota itu sesuai dengan kebutuhan tenaga-tenaga BMKG di 110 bandara di Papua.

Berdasarkan informasi yang diterima dari pihak BMKG, ada 110 bandara di Papua yang tidak ada tenaga BMKG. Terutama daerah terpencil, pesawat mendarat tanpa ada orang yang mengatur alat proses pendaratan pesawat.

Loading...
;

“Karena itu, pihak STMKG memberi kepercayaan kerja sama kepada Majelis Rakyat Papua untuk melakukan perekrutan 40-50 anak Papua. Atas kepercayaan itu, MRP sudah mulai melakukan perekrutan di setiap daerah demi memenuhi kuota,” kata Tanati.

Kata dia, setelah proses perekrutan selesai, MRP akan mengirim data calon mahasiswa ke STMKG. Data yang dikirim, STMKG akan memasukkan ke dalam sistem penyimpanan data internal. Selanjutnya, calon mahasiswa dari Papua ini akan mengikuti seleksi jalur khusus.

“Mereka akan mengikuti tes SKD online pada 7 Juli tetapi jalur khusus untuk Papua,” katanya.

Kata dia, jatah ini hanya untuk kuliah diploma satu (D1), satu tahun. Pendidikan lanjutannya akan bergulir bertahap. Tahun berikutnya baru, anak dari Papua bisa melanjutkan diploma dua dan ploma tiga.

“Proses pendidikan strata satunya bisa didapat pada tahun ke empat,” katanya.

Kata dia, proses ini sangat menguntungkan ank-anak Papua.  Anak-anak Papua mengikuti proses pendidikan sekaligus menjadi bagian dari tenaga kerja untuk memenuhi kekosongan tenaga di bandara-bandara di Papua.

Kata dia, pihaknya sangat berharap kebijakan STMKG ini menjadi model bagi sekolah kedinasan lain. Karena banyak sekolah kedinasan yang belum memberikan kebijakan seperti di STMKG.

“Ada sembilan sekolah kedinasan. Kita harap ini menjadi contoh bagi yang lain,” katanya.

Seperti dilansir dari laman stmkg.ac  bahwa penerimaan taruna baru STKG dilakukan pendaftaran online serentak dengan tujuh sekolah kedinasan lain di bawah kementrian atau lembaga.

Berdasarkan surat Keputusan Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) Nomor B/371/M.SM.01.00/2019, pendaftaran serentak calon taruna secara online dimulai 9-30 April 2019. (*)

Editor: Timo Marten

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top