HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Sekolah darurat anak pengungsi Nduga di Wamena sudah rusak

Sekolah darurat anak pengungsi Nduga di Wamena sudah rusak

Anak-anak pengungsi Nduga sedang belajar di sekolah darurat – Jubi/Ence Geong

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi –  Anggota Majelis Rakyat Papua Sarah Ita Wahla menyatakan sekolah darurat bagi anak-anak dari Kabupaten Nduga, Papua, yang mengungsi ke Kabupaten Jayawijaya telah rusak. Wahla mengingatkan, perempuan dan anak menjadi korban yang paling menderita dari konflik bersenjata antara pasukan gabungan TNI/Polri dan kelompok bersenjata Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat di Kabupaten Nduga.

Ribuan warga Kabupaten Nduga mengungsi demi menghindari konflik bersenjata antara aparat keamanan dan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat pimpinan Egianus Kogoya. Kelompok bersenjata itu menyatakan bertanggungjawab atas pembunuhan para pekerja PT Istaka Karya pada 2 Desember 2018 silam, dan pasukan gabungan TNI/Polri menggelar operasi untuk mengejar mereka.

Baca juga Sekolah darurat untuk pengungsi Nduga di Jayawijaya

Ribuan warga Nduga yang mengungsi hidup dalam kondisi yang memprihatinkan. Wahla telah mengunjungi lokasi pengungsian para pengungsi dari Nduga yang berada di Weneroma dan Ilekma, Wamena, ibukota Kabupaten Jayawijaya. Wahla mengatakan sekolah darurat bagi anak-anak pengungsi Nduga di lokasi itu telah rusak.

“Sekolah yang ada di Weneroma itu kami lihat rusak. Kami lihat waktu kunjungan ke sana beberapa waktu lalu,”ungkap anggota Kelompok Kerja Perempuan Majelis Rakyat Papua (MRP) itu kepada Jubi, Senin (17/6/2019).

Simak video : Anak-anak pengungsi dari Nduga mulai sekolah di sekolah darurat

Arim Tabuni, salah satu relawan di pos pengungsian para pengungsi Nduga di Ilema membenarkan pernyataan Wahla. Tabuni mengatakan para relawan dan sejumlah gereja tengah berupaya memperbaiki sekolah darurat berbahan terpal plastik itu. “Kami merencanakan aksi [menggalang dana untuk] memperbaiki [sekolah darurat] yang rusak,”ungkap Tabuni saat dihubungi melalui sambungan telepon di Wamena, Senin (17/06/2019).

Flori Geon, aktivis Yayasan Teratai Hati Papua yang membangun dan mengurus kegiatan belajar itu sekolah darurat itu mengatakan sekolah darurat itu rusak karena hanya dibangun seadanya dengan terpal plastik. “Semua terpal jadi bolong-bolong semua,”ungkapnya melalui sambungan telepon di Wamena.

Geon menyatakan pihaknya sudah membicarakan kondisi sekolah darurat yang rusak itu dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Nduga. Dinas Kabupaten Nduga telah setuju untuk memperbaiki sekolah darurat yang rusak. “Kita perbaiki selama liburan, supaya saat anak-anak masuk bersekolah, perbaikan itu sudah selesai,”ungkapnya.

Baca juga Bupati Nduga putuskan sekolah darurat diteruskan

Menurut Geon, sekolah darurat itu menampung 613  anak dari tingkat Sekolah Dasar, Sekolah Menegah Pertama dan Sekolah Menegah Atas. Sejumlah 15 anak pengungsi yang bersekolah darurat telah mengikuti ujian dan dinyatakan lulus.

Sarah Ita Wahla mengingatkan, ribuan perempuan dan anak-anak yang mengungsi menjadi kelompok korban yang paling menderita akibat konflik bersenjata di Kabupaten Nduga. “Perempuan dan anak-anak Nduga itu menderita,”ungkap wanita anggota Panitia Khusus Hukum dan Hak Asasi Manusia utusan wilayah pemilihan Yahukimo dan Pegunungan Bintang itu kepada Jubi.

Baca juga Perjuangan seorang penderita kanker selama operasi militer di Nduga

Wahla telah  melihat dan mendengar langsung  penderitaan para perempuan Nduga yang mengungsi ke Wamena, ibukota Kabupaten Jayawijaya. Demi menghindari konflik bersenjata di Nduga, para perempuan itu membawa serta anak mereka mengungsi, berjalan kaki selama sekitar sebulan, dengan bekal seadanya demi menyelamatkan diri.

“Ada perempuan yang bersalin di perjalanan. Ada pula perempuan yang tewas dalam perjalanan, karena dalam pelarian tidak memiliki makanan. Beberapa pengungsi menyatakan mereka sakit, tetapi saya lihat kondisi kesehatan mereka itu karena kekurangan makan,” ungkap Wahla.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Populer

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)