Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Selain diPHK, THR pekerja perempuan ini hanya Rp 200 ribu

Ilustrasi aksi buruh, pixabay.com

 

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Bengkulu, Jubi  – Sebanyak 40 buruh perempuan yang bekerja di perusahaan perkebunan sawit PT Agro Muko Estate Air Bikuk, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu diberhentikan oleh perusahaan dengan alasan yang tidak jelas.  Para pekerja perempuan yang sehari-hari bertugas pembersihan lahan mulai diliburkan sejak 2 Mei atau satu hari setelah peringatan Hari Buruh Internasional.

“Buruh perempuan yang bekerja membersihkan kebun ini diberhentikan sementara tanpa alasan yang jelas,” kata Firmanto, mandor para buruh perempuan itu saat dihubungi dari Bengkulu, Jumat, (3/5/2019).

Baca juga : DP3A diminta mendata pekerja perempuan

Kadinsos Papua Barat kaget ada perempuan Papua jadi pekerja seks di Manokwari

Alasan ekonomi, picu perempuan Papua jadi PSK di Manokwari

Loading...
;

Menurut Firmanto, keputusan sepihak dengan merumahkan sementara para pekerja itu sudah ditanyakan ke manajemen namun alasannya tidak jelas.

“Kami menduga ini siasat dari perusahaan untuk menghindari pembayaran tunjangan hari raya karena saat pekerja menanyakan Tunjangan Hari Raya (THR)  ke perusahaan belum ada kepastian,” ujar Firmanto menambahkan.

Menurut dia perusahaan hanya membayar THR bagi pekerja perempuan sebesar Rp 200 ribu per orang pada tahun lalu. Sementara pada 2017 hanya diberikan gula satu kilo gram dan satu botol sirup.

Padahal lanjut para pekerja perempuan itu sudah bekerja selama lima tahun meski statusnya adalah buruh harian lepas yang berada di bawah naungan koperasi pemasok tenaga kerja ke PT Agro Muko.

Manajer Air Bikuk Estate PT Agro Muko, Sahrul, saat dikonfirmasi membenarkan pemberhentian sementara puluhan pekerja perempuan itu. Ia beralasan saat ini pekerjaan di kebun sedang menanam ulang atau replanting di lahan terbuka. “Sehingga dikhawatirkan pekerja akan mengalami dehidrasi,” kata Sahrul.

Terkait pembayaran tunjangan hari raya bagi para pekerja, Sahrul mengatakan hal itu menjadi keputusan pihak koperasi yang selama ini berurusan dengan para pekerja. (*)

Editor : Edi Faisol

 

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top