Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Selandia Baru larang video game penyanjung serangan Christchurch

Ilustrasi, tempo.co

Tercatat aksi penembakan  brutal di Kota Christchurch, pada bulan maret tahun 2019 menewaskan 51 masyarakat yang sedang beribadah

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Wellington, Jubi– Kepala lembaga Sensor Selandia Baru, David Shanks, telah melarang video game yang kontennya memuliakan penembakan massal di Christchurch. Tercatat aksi penembakan  brutal di Kota Christchurch, pada bulan maret tahun 2019 menewaskan 51 masyarakat yang sedang beribadah.

David Shanks mengatakan sebuah video game yang merayakan siaran langsung penembakan massal telah digolongkan tidak menyenangkan. “Penciptanya mulai memproduksi dan menjual game yang dirancang untuk menempatkan pemain dalam peran sebagai pembunuh teroris supremasi kulit putih,” kata Shanks dalam sebuah pernyataan, Kamis, (31/10/2019).

Baca juga : Sidang terdakwa pembantaian di Christchurch ditunda

Loading...
;

Tersangka pembantaian Christchurch akan bacakan pembelaan Pascateror Christchurch, polisi masih jaga masjid di Selandia Baru

Menurut dia, isi game itu menunjukkan siapa pun yang bukan laki-laki heteroseksual kulit putih menjadi target.

Shanks sebelumnya melarang video streaming langsung dari serangan Christchurch, dan sebuah manifesto yang terkait dengan pelaku penembakan.

Awal bulan ini, dewan sensor juga melarang video berdurasi 35 menit tentang serangan lain oleh seorang pria bersenjata anti-Semit yang menewaskan dua orang di Halle, Jerman.

“Sebuah dokumen yang dikatakan telah dibagikan oleh pria bersenjata di Jerman sekarang juga telah dilarang,” kata Shanks menegaskan. (*)

Editor : Edi Faisol

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top