Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Selandia Baru luncurkan program pembelian kembali senjata

Ilustrasi penembakan – IST

Kebijakan itu untuk membayar ganti rugi pemilik senjata semiotomatis, yang dilarang setelah serangan mematikan di dua masjid di Christchurch.

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Wellington, Jubi  – Pemerintah Selandia Baru meluncurkan program pembelian kembali senjata selama enam bulan dengan nilai jutaan dolar AS. Kebijakan itu untuk membayar ganti rugi pemilik senjata semiotomatis, yang dilarang setelah serangan mematikan di dua masjid di Christchurch.

Menteri Keuangan Grant Robertson dan Menteri Kepolisian Stuart Nash, mengatakan dalam pernyataan surel bersama sebanyak 208 juta dolar Selandia Baru  atau sekitar Rp 1,9 triliun  telah disisihkan untuk membayar ganti rugi bagi para pemilik senjata api semiotomatis terlarang hingga 95 persen dari harga aslinya.

Berita terkait : Tiga warga Fiji korban serangan teroris di Christchurch

Loading...
;

Penembakan di Selandia Baru, Festival Polinesia dihentikan

Dunia kutuk penembakan brutal di Selandia Baru

Sedangkan para pemilik diberi waktu sampai 20 Desember untuk menyerahkan senjata mereka.

“Polisi telah merinci rencana yang diberlakukan buat langkah selanjutnya, yaitu mengumpulkan senjata api dari masyarakat. Itu akan menjadi pelaksanaan logistik sangat besar dan diperkirakan berlangsung pada pertengahan Juli,” kata Nash, Kamis, (20/6/2019).

Pada April lalu parlemen mengesahkan peraturan pembaruan baru, yaitu perubahan mendasar pertama pada peraturan senjata api di negeri itu dalam beberapa dasawarsa, dengan dukungan 119 suara.

Pemungutan suara tersebut dilakukan satu bulan pascapenembakan massal terburuk pada masa damai hingga menewaskan 51 orang dan melukai puluhan orang lagi dalam serangan terhadap dua masjid di Christchurch.

Peraturan baru itu melarang peredaran dan penggunaan kebanyakan senjata api semiotomatis, bagian yang mengubah senjata api menjadi senjata api semiotomatis, magasin dengan kapasitas tertentu dan sebagian senjata laras pendek.

Berita terkait lain : 40 orang tewas dalam serangan di dua masjid Selandia Baru

Dua WNI jadi korban penembakan di Selandia Baru

Sedangkan peraturan senjata yang ada telah menyediakan izin senjata standar “Kategori A”, yang mencakup senjata semiotomatis, yang dibatasi hingga tujuh tembakan.

Polisi memperkirakan sebanyak 14.300 senjata semiotomatis jenis militer akan tercakup oleh peraturan baru tersebut, meskipun pemerintah mengatakan sulit untuk memperkirakan jumlah yang pasti.

Hampir 700 senjata sudah diserahkan sebelum rancangan gantirugi diluncurkan dan hampir 5.000 senjata telah didaftarkan oleh pemiliknya ke polisi sementara mereka menunggu pengumpulan. (*)

Editor : Edi Faisol

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top