Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Selang 2014-2019, 17 orang Meepago tewas oleh aparat keamanan

Ilustrasi pixabay.com

Jayapura, Jubi – Kasus penembakan oleh pihak aparat terhadap masyarakat wilayah adat Meepago sejak tragedi Paniai berdarah pada 8 desember 2014 hingga Mei 2019 telah membuat 17 nyawa melayang sia-sia. Tanpa proses hukum yang jelas terhadap pelaku.

Dalam bulan Mei 2019, satu lagi pemuda Waghete (Deiyai) tewas tertembak peluru polisi di bagian kepala belakang menembus mata, yakni Yulius Mote (18) seorang pelajar.sedangkan Elianus Dogopia ditembak di bagian paha.

“Seakan mereka hanya ditentukan hidup sebatas usia remaja, aparat pun menjadi malaikat maut yang terus merampas nyawa mereka,” ujar  Direktur LBH Papua, Emanuel Gobay dalam rilis yang diterima Jubi, Kamis (23/5/2019).

Peristiwa penembakan dua warga Waghete itu terjadi pada Selasa, 21 Mei kemarin. Ini kembali menambah daftar panjang tindakan keji aparat Indonesia di Papua, yang lebih khusus juga merupakan ancaman serius terhadap keberlangsungan hidup generasi muda Papua di daerah dataran tinggi Meepago, sekaligus terus menghadirkan kesedihan silih berganti bagi rakyat Papua.

Setelah kasus-kasus anak-anak muda Papua ditembak mati aparat pada tahun-tahun sebelumnya seperti Kasus Paniai berdarah (Paniai, 2014), Penembakan Yoseni Agapa dan 5 orang remaja lainnya (Dogiyai, 2015), Penembakan Owen Pekei (Nabire, 2016), penembakan Otinus Sendegau (Intan Jaya, 2016), dan penembakan warga Oneibo (Deiyai, 2017), yang tidak kunjung tuntas diselesaikan.

Seperti kronologi yang dijelaskan oleh Pastor Santo Takege, Pr petugas gereja setempat melalui media online Tabloid Jubi dan Koran Cenderawasih Pos, bahwa peristiwa penembakan ini bermula dari penghadangan angkutan oleh empat warga Waghete (Deiyai) yang mabuk, pada sore hari (sebelum pukul 16.00), dengan maksud meminta uang sepuluh ribu rupiah pada sopir taksi.

Loading...
;

Kemudian terjadi pertengkaran antara empat orang tersebut dengan sopir, lalu sopir dimaksud mengejar keempat orang itu dengan parang sehingga mereka lari, selang beberapa menit kemudian datanglah keempat orang dimaksud kembali bersama beberapa orang lainnya, mereka pun merusak kaca mobil yang sebelumnya dihadang itu, sopir dimaksud melarikan diri ke Polsek Tigi sekalian melaporkan kejadian.

Pada 16.00 waktu setempat polisi tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan langsung melepaskan tembakan sehingga mengenai Elianus Dogopia di bagian paha, melihat Elianus Dogopia ditembak, pukul 18.30 warga Waghete mengamuk dan membakar Polsek Tigi dan beberapa bangunan lain di sekitar.

Sebagai respon atas amukan warga ini, pada pukul 21.00 polisi mengejar warga sambil melepas tembakan. Polisi juga melakukan penyisiran dan menembak gas air mata di perempatan jalan Waghete .

Pada pukul 22.00 aparat menembak Yulius Mote di Kampung Idege Waghete, tembakan polisi ini mengenai Julius Mote di bagian kepala belakang tembus mata, akibatnya Julius Mote meninggal seketika.

Kronologi berbeda disampaikan oleh pihak Polda Papua yang membantah tewasnya seorang warga akibat penembakan polisi.

Kepolisian Daerah Papua membantah informasi yang menyebutkan seorang warga Waghete, Kabupaten Deiyai, tewas tertembak polisi pada Selasa (21/5/2019). Bantahan itu disampaikan oleh Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Papua, Kombes Ahmad Mustofa Kamal dalam keterangan pers yang disampaikan di Jayapura, Papua, Rabu (22/5/2019).

“Informasi (yang menyatakan) ada warga tertembak dan meninggal dunia itu tidak benar. Saya pastikan itu. Tadi saya sudah menelepon Kapolres,” kata Kamal.

Akan tetapi, Kamal membenarkan bahwa seorang warga berinisial MD (20) tertembak polisi di bagian kaki. Kamal menyatakan MD adalah satu dari empat orang pemuda yang mencegat dan meminta uang pada sopir.  Kamal juga mengatakan MD juga sempat merusak mobil polisi.(*)

Editor: Syam Terrajana

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top