Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Seluruh Cabor di Papua akan dievaluasi

Para Atlet saat mengikuti Character Building and Achievement Motivator Training (CB-AMT) di Lapangan Rindam, Ifar Gunung, Sentani, Kabupaten Jayapura – Jubi/Jean Bisay.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Sekretaris Umum (Sekum) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua Kenius Kogoya akan melakukan sejumlah evaluasi terhadap cabang olah raga (cabor) yang akan dipertandingkan pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2020 di tanah Papua.

Evaluasi yang akan dilaksanakan pada Februari 2020 ini menurut Kenius, untuk melihat sudah sejauh mana persiapan yang dilakukan oleh para pelatih terhadap atlet-atletnya. Karena KONI Papua sudah menargetkan harus masuk dalam lima besar perolehan medali pada PON XX.

“Februari kami sudah mulai melakukan evaluasi secara menyeluruh ke setiap Cabor yang akan dipertandingkan di PON nanti. Saya harap progresnya meningkat pasca Character Building and Achievement Motivator Training (CB-AMT),” kata Kenius kepada wartawan, Selasa (1/10/2019) di Jayapura.

Dikatakan, dalam evaluasi tersebut kalau ada yang tidak menunjukkan progres yang nantinya dapat diprediksi mendapat medali, maka tentunya akan dipikirkan kembali, dilanjutkan atau diganti.

Loading...
;

“Kalau tidak menunjukkan suatu perkembangan yang baik, entah itu atlet maupun pelatih, kami akan lakukan evaluasi. Kalau pelatihnya yang bermasalah maka kami akan ganti pelatihnya. Termasuk atlet-atletnya,” ujarnya.

Kenius mencontohkan untuk Cabor Atletik. Jika hingga Februari catatan atau rekornya tidak bertambah, maka pihaknya akan menelusuri kesalahan ada dimana, apakah kesalahan tersebut ada pada pelatih ataukah pada atletnya.

“Untuk Cabor Atletik akan dievaluasi pada masing-masing nomor dengan pelatihnya, dan evaluasi ini secara terukur. Jadi kalau dia tidak bisa menambah waktunya, atau detiknya selama dia berlatih beberapa bulan ini, maka ada yang salah. Apakah atletnya atau pelatihnya kita akan evaluasi. Hal ini berlaku untuk semua cabor yang akan dipertandingkan di PON nanti,” katanya.

Sebelumnya Ketua Puslatprov Brigjen TNI Irham Waroihan mengatakan pihaknya telah memprogramkan khusus bagi atlet yang akan diproyeksikan merebut medali PON XX Tahun 2020 mendatang. Cabang Olahraga (Cabor) yang memiliki potensi meraih medali, terutama emas dan perak berpeluang menggelar Pemusatan Latihan atau Training Center (TC) di luar negeri.

“Kami mulai menyusun jadwal, dan menghitung mana kira- kira Cabor-Cabor yang berpotensi meraih medali emas dan perak, berkaca pada berapa kali PON maupun di Kejurnas masing-masing Cabor, kami akan beri kesempatan untuk TC di luar negeri,” katanya.

Irham memberikan contoh Cabor Softball Putri, pada PON XIX Jawa Barat mereka meraih medali perak dan Kejurnas di Tangerang, Banten. Pada laga final srikandi Softball Papua meraih medali emas setelah mengalahkan Jawa Barat.

“Softball Putri akan mendapat prioritas, untuk menggelar TC di luar negeri,” ujarnya.

Menurutnya, kalau memang nanti ada Cabor lain yang berpeluang untuk meraih medali emas atau perak, pihaknya akan berikan kesempatan TC luar negeri.

“Tentu kita akan persiapkan tim PON Papua yang solid karena lawan kita juga tak tidur. Kita mungkin akan siapkan atlet lebih keras lagi,” katanya. (*)

Editor: Edho Sinaga

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top