Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Sembilan pucuk senpi yang dirampas di Deiyai dikembalikan

Ilustrasi senjata api – Jubi/Dok.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Juru Bicara Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal menyatakan sebanyak sembilan dari sepuluh pucuk senjata api milik aparat keamanan yang dirampas di halaman Kantor Bupati Deiyai, telah dikembalikan.

Ia mengatakan, perampasan sepuluh pucuk senpi aparat keamanan jenis SS1 terjadi saat demonstrasi mengecam ujaran rasis di halaman kantor Bupati Deiyai berujung rusuh pada 28 Agustus 2019.

“Senjata itu dikembalikan melalui kepala dinas di sana. Satu pucuk lagi masih dinegosiasikan dengan para kepala dinas dan ASN di Deiyai,” kata Kombes Pol A.M. Kamal, Selasa (3/9/2019).

Hingga kini kepolisian belum mengetahui siapa yang merampas sepuluh pucuk senpi aparat yang saat itu mengamankan demonstrasi.

Loading...
;

“Apakah kelompok bersenjata atau kelompok masyarakat yang datang ke lokasi,” ujarnya.

Sementara itu, Polda Papua sudah menetapkan sebanyak 10 tersangka dalam kasus demonstrasi rusuh di Deiyai. Para tersangka adalah korban luka yang dirawat di RSUD Paniai. Empat tersangka kini telah ditahan di Polres Paniai dan enam lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Sementara anggota DPR Papua, John NR Gobai mengatakan jika ada warga yang ditetapkan sebagai tersangka dalam demonstrasi rusuh di Deiyai, mestinya aparat keamanan yang diduga menembak warga juga diperiksa.

“Dalam kasus Deiyai memang ada aparat korban, tapi mesti diakui juga kalau masyarakat korban. Dari catatan yang kami dapat, dan masih perlu klarifikasi, warga sipil yang luka sebanyak 19 orang, dan delapan meninggal dunia,” kata Gobai.

Hal senada disampaikan Ketua DPR Papua, Yunus Wonda. Ia meminta polisi tidak hanya mengusut pelaku pembakaran dan perusakan saat demonstrasi. Polisi juga mesti mencari pelaku yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa dan korban luka.

“Kami yakin polisi punya data. Baik yang melakukan anarkis saat demo maupun yang melakukan pembunuhan. Mesti ditangkap dan diproses,” kata Yunus Wonda.

Masyarakat Kota Jayapura juga diminta tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya pengusutan kasus itu kepada kepolisian.

“Jangan bertindak sendiri. Jangan saling balas. Jangan terpancing isu-isu,” ujarnya. (*)

Editor : Edho Sinaga

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top