Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Sembilan tahanan anti rasisme Deiyai dipindahkan ke Jayapura, langgar hak atas bantuan hukum

Kuasa Hukum, Emanuel Gobai (tengah) bersama dua kliennya di Rutan Polres Nabire – Ist

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Tim Koalisi Bantuan Hukum Papua membenarkan sembilan tersangka kasus anti rasisme Deiyai dipindahkan ke Mapolda Papua pada 4 November 2019.

Awalnya Tim Koalisi mendapatkan informasi dari ķeluarga korban, para tersangka telah dikirim ke Jayapura.

Emanuel Gobai, salah satu orang yang masih setia mendampingi sembilan orang itu bilang, atas laporan keluarga tersangka pihaknya bertanya ke penyidik untuk tiga tahanan titipan di Rutan Polres Nabire.

“Katanya berkasnya baru dikirim ke Jaksa dan masih menunggu arahan P21 ato P19. Sementara Kasipulidum Kejaksaan Nabire mengatakan bahwa berkas Perkara untuk 6 orang tahanan jaksa sudah dikirimkan ke Pengadilan Negeri dan masih menunggu informasi dari Pengadilan,” kata Gobai kepada Jubi, Rabu, (6/11/2019) menirukan.

Loading...
;

Hari ini, 6 November 2019 kata Gobai, rekannya di Paniai menginformasikan bahwa semua tahanan sudah dipindahkan ke Polda Papua.

Selanjutnya, pihaknya menghubungi Kasatreskrim Polres Paniai yang juga membenarkan bahwa para tahanan telah dikirimkan ke Jayapura.

“Saya bertanya mengapa sebelumnya tidak menghubungi Tim Koalisi selaku kuasa hukum Massa Aksi anti rasis di Deiyai, lalu Kasat Reskrim mengatakan bahwa beliau masih di luar kota. Malah beliau mengatakan kenapa tidak menghubungi Kaur Kasatreskrim. Padahal staf penyidik Polres Paniai pada tanggal 4 November 2019 mengatakan masih menunggu berkas dan arahan dari Jaksa,” ungkapnya.

Atas kondisi ini pihaknya merasa dikelabui dan tidak diinfokan terkait perkembangan klien mereka.

“Hal itu secara jelas melanggaran hak atas bantuan hukum bagi tersangkapada aksi anti rasisme di Deiyai,” ujarnya.

“Menurut petugas jaga tahanan di Rutan Polda Papua. Memang benar ada tahanan yang dikirim dari Nabire, namun tidak ditempatkan di Rutan Polda Papua karena kapasitas Rutan penuh. Kemungkinan mereka ditahan di Rutan Polres Jayapura di Doyo Baru,” ungkapnya.

Pihaknya bahkan menghubungi Kasat Reskrim Polres Paniai dan disampaikan bahwa para tahanan dititipkan di Rutan Polres Jayapura di Doyo Baru.

“Nanti kami pastikan mereka di Rutan Polres Jayapura,” ucapnya.

Tokoh pemuda Deiyai, Tino Mote meminta Polisi jelaskan alasan pemindahan dari Rutan Polres Paniai ke Polres Nabire, selanjutnya sebagian diserahkan ke Kejari Nabire lalu dibuang ke Rutan Polres Jayapura di Doyo Baru.

“Apa salah mereka hingga dibawa-bawa terus. Apakah tidak bisa proses di Nabire? Kan keluarga masih bisa kunjungi mereka. Tapi kalau diterbangkan ke Jayapura berarti Polisi punya niat lain,” katanya.

Bupati Deiyai, Ateng Edowai mengatakan, sembilan orang yang ditahan oleh Kepolisian tidak bersalah sehingga harus dibebaskan.

“Kalau mau ditahan, ya tahan sudah semua orang yang hadir saat aksi itu. Kan saat itu kami pejabat juga ada, Bupati, DPRD, kepala-kepala OPD,” kata Edowai. (*)

Editor: Syam Terrajana

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top